Probolinggo (beritajatim.com) – Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan karena sejumlah dapur MBG tersebut belum mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu syarat operasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Sabtu (14/3/2026) membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. Ia menyebut kebijakan itu merupakan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penutupan sementara karena belum adanya SLHS di SPPG,” kata Ugas.
Ugas mengaku tidak mengingat secara rinci lokasi 11 SPPG yang ditutup tersebut. Pasalnya, surat pemberitahuan yang diterima pemerintah daerah bersamaan dengan data ratusan dapur MBG lainnya di Jawa Timur.
“Saya tidak hafal karena suratnya bersamaan dengan 1.512 SPPG se-Jatim,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut beberapa wilayah yang terdampak penutupan sementara berada di Kecamatan Paiton, Kraksaan, dan Sumberasih. Sementara lokasi lainnya ia mengaku tidak mengingat secara pasti.
Penutupan ini berpotensi berdampak pada distribusi makanan bergizi kepada para siswa di sejumlah sekolah yang sebelumnya dilayani oleh dapur MBG tersebut. Namun demikian, pemerintah daerah memastikan penutupan tersebut hanya bersifat sementara.
“Penutupan sementara itu, jika syaratnya sudah dipenuhi maka akan dicabut penutupannya,” tegas Ugas.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Ugas mengaku tengah memimpin rapat koordinasi terkait keberlanjutan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Saya lagi memimpin rapat saat ini. Tujuannya bagaimana MBG dapat berjalan sesuai dengan tujuan mulainya,” pungkasnya. (Rap/ted)







1 Komentar
tutup permanen aja, lebih ideal