Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 11 dari 40 pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, nihil kontribusi ke pendapatan asli daerah (PAD). Artinya hanya 29 pasar yang mampu memberikan sumbangan ke PAD.
“Kami masih melakukan evaluasi dan penataan ulang, terkait kontribusi pasar tradisional ke PAD,” kata Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, Jumat (28/05/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pasar”]
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan 11 pasar itu belum bisa menyumbang PAD. Diantaranya, ada pasar yang belum aktif. Ada juga yang baru dibangun. “Karena itulah, pasar-pasar dengan kondisi tersebut belum bisa melakukan penarikan retrebusi. Jadi belum ada kontribusi ke PAD,” terangnya.
Ia menambahkan, sambil melakukan evaluasi dan penataan pasar, pihaknya juga mencari potensi yang bisa memberikan sumbangan ke PAD. Saat ini sumber PAD masih sama, yakni retrebusi toko, kios, los dan pelataran.
“Untuk pemenuhan PAD tahun ini kami targetkan sementara dari 29 pasar tradisional yang masih aktif. Semoga berikutnya bisa bertambah lagi,” ujarnya. Target PAD pasar tahun ini sebesar Rp 1,6 milyar. (tem/kun)






