Sumenep (beritajatim.com) – Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru di tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep hingga saat ini belum terealisasi. Padahal program tersebut awalnya ditargetkan untuk tahun ajaran 2022 – 2023.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menjelaskan, program seragam gratis tersebut bertujuan untuk mendukung pendidikan dasar di Sumenep. Selain itu juga untuk memberdayakan penjahit-penjahit lokal.
“Tetapi dalam perjalanannya, ternyata ada kendala-kendala di luar perkiraan kami. Ini yang menyebabkan program seragam gratis itu belum terealisasi,” katanya, Senin (19/12/2022).
Ia memaparkan, kendala tersebut di antaranya adalah validitas data siswa penerima seragam. Ia menyebut hingga saat ini belum ada data yang valid, baik dari sisi jumlah penerima, maupun ukuran seragam per siswa.
“Data ini harus benar-benar valid. Karena ini menyangkut ukuran seragam. Kalau ukurannya gak pas kan seragamnya malah gak bisa dipakai,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Pemerintah Kabupaten Sumenep memprogramkan pembagian seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Sumenep tahun ajaran 2022-2023. Program tersebut dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Sumenep sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022.
“Kami optimis, program seragam gratis itu bisa direalisasikan pada 2023. Kalau soal bahan seragam gratis itu, sesuai kontrak, kualitasnya bagus. Setara dengan seragam bermerk ‘teladan’ yang biasa dijual di toko-toko,” jelas Agus. [tem/but]






