Sidoarjo (beritajatim.com) – Lebih dari 100 insan keroncong tanah air mengusulkan tanggal 1 Oktober untuk ditetapkan sebagai Hari Keroncong Indonesia. Deklarasi dari usulan itu disampaikan pada saat Festival Keroncong Impresif Nasional, yang bertajuk “Synkron” (Symphoni Nada Keroncong) Menuju Keroncong Sidoarjo Bangkit, di Heritage Of Handayani, Kahuripan, Sidoarjo, Minggu (24/8/2025).
Penggagas deklarasi Gustav Agus Subagio menuturkan, pemilihan tanggal 1 Oktober bertepatan dengan kelahiran maestro keroncong Gesang Martohartono. “Beliau lahir pada 1 Oktober 1917 dan meninggal pada 20 Mei 2010. Beliau panutan seluruh insan keroncong tanah air. Hari Keroncong Indonesia ini sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, sekaligus tonggak kita bersama dalam mewujudkan visi profesional, konsisten menjaga, dan melestarikan musik keroncong Indonesia,” tutur Gustav Agus Subagio.
Berikut Isi Deklarasi Insan Keroncong Tanah Air:
1. Bahwa Musik Keroncong merupakan musik yang lahir di Indonesia dan disepakati sebagai musik asli Indonesia.
2. Bahwa seluruh Insan Keroncong Indonesia memiliki tekad yang sama dalam menjaga dan melestarikan Musik Keroncong Indonesia.
3. Bahwa seluruh Insan Keroncong Indonesia memiliki misi yang sama bertujuan membawa Musik Keroncong Indonesia dapat diakui oleh Unesco sebagai warisan luhur asli bangsa Indonesia.
4. Bahwa dalam mewujudkan hal tersebut seluruh Insan Keroncong Indonesia seharusnya memiliki visi profesional dan konsisten menjaga dan melestarikan Musik Keroncong Indonesia.
5. Bahwa dalam rangka mewujudkan misi tersebut, perlu kiranya dibuat usulan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk diakui, diresmikan, dan ditetapkan adanya Hari Keroncong Nasional.
6. Bahwa sebagaimana diketahui Hari Musik Indonesia yang telah ditetapkan pada tanggal 9 Maret dengan landasan filosofis bahwa tanggal tersebut merupakan hari lahir Wage Rudolf Supratman pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
7. Bahwa hasil kesepakatan mengusulkan tanggal 01 Oktober sebagai Hari Keroncong Indonesia dengan dasar pertimbangan sejarah adanya pengakuan Gesang Martohartono sebagai salah satu Bapak dan Maestro Keroncong Indonesia yang lahir pada tanggal 01 Oktober 1917.

Sekadar diketahui, Festival Keroncong Impresif Nasional, yang bertajuk “Synkron” (Symphoni Nada Keroncong) Menuju Keroncong Sidoarjo Bangkit, berlangsung meriah. Sebanyak 260 insan keroncong se-Indonesia berkumpul di Heritage Of Handayani, Kahuripan, Sidoarjo, Minggu (24/8/2025).
Ketua Panitia Teguh Santoso menuturkan, insan keroncong yang hadir dalam festival berasal dari Banyuwangi, Denpasar, Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Jember, Salatiga, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Ngawi, Trenggalek, Jombang, dan kota-kota lain.
Festival menampilkan 15 orkes keroncong (OK). Terdiri dari OK Wijaya Kusuma Sidoarjo, OK Irama Patria Blitar, OK PWRI Surabaya, OK Gita Abadi Tulungagung, OK New Anggrek 5 Jari Sidoarjo, OK Rindu Malam Ngawi, OK Impresif Riang Gembira Sidoarjo, OK Panjur, OK Bintang Kakas Trenggalek.
“Juga tampilan dari 6 finalis. Lalu tampilan bintang tamu dari Jakarta maestro keroncong Ika Sugiono dan Tuti Maryati. Paling istimewa, festival dimeriahkan oleh kehadiran tokoh legendaris keroncong Indonesia, yakni Waldjinah,” kata Teguh.

Ditambahkan oleh musisi keroncong yang juga Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) itu, tampilan apik para finalis sempat membuat para juri kesulitan menentukan urutan pemenang. Akhirnya terpilih juara 1: OK Ngeten Puron (Nganjuk), juara 2: OK Roso Jowo (Mojokerto), juara 3: OK Bathara Krisna (Yogyakarta), juara harapan 1: OK Kawulo Alit (Salatiga), juara harapan 2: OK Laras Merak (Sidoarjo), dan juara harapan 3: OK Papelker (Sidoarjo).
“Total hadiah bagi semua juara sebesar Rp 25 juta,” kata Teguh.
Selain ratusan insan keroncong, festival dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Tampak ada Wakil Bupati Sidoarjo H Mimik Idayana, Ketua DPRD H Abdillah Nasih, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Yudhi Iriyanto, Kepala Dinas Sosial Ahmad Misbahul Munir, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika. [but]






