Sidoarjo (beritajatim.com) – Festival Keroncong Impresif Nasional, yang bertajuk “Synkron” (Symphoni Nada Keroncong) Menuju Keroncong Sidoarjo Bangkit, berlangsung meriah. Sebanyak 260 insan keroncong se-Indonesia berkumpul di Heritage Of Handayani, Kahuripan, Sidoarjo, Minggu (24/8/2025).
Ketua Panitia Teguh Santoso menuturkan, insan keroncong yang hadir dalam festival berasal dari Banyuwangi, Denpasar, Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Jember, Salatiga, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Ngawi, Trenggalek, Jombang, dan kota-kota lain.
Festival menampilkan 15 orkes keroncong (OK). Terdiri dari OK Wijaya Kusuma Sidoarjo, OK Irama Patria Blitar, OK PWRI Surabaya, OK Gita Abadi Tulungagung, OK New Anggrek 5 Jari Sidoarjo, OK Rindu Malam Ngawi, OK Impresif Riang Gembira Sidoarjo, OK Panjur, OK Bintang Kakas Trenggalek.

“Juga tampilan dari 6 finalis. Lalu tampilan bintang tamu dari Jakarta maestro keroncong Ika Sugiono dan Tuti Maryati. Paling istimewa, festival dimeriahkan oleh kehadiran tokoh legendaris keroncong Indonesia, yakni Waldjinah,” kata Teguh.
Ditambahkan oleh musisi keroncong yang juga Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) itu, tampilan apik para finalis sempat membuat para juri kesulitan menentukan urutan pemenang. Akhirnya terpilih juara 1: OK Ngeten Puron (Nganjuk), juara 2: OK Roso Jowo (Mojokerto), juara 3: OK Bathara Krisna (Yogyakarta), juara harapan 1: OK Kawulo Alit (Salatiga), juara harapan 2: OK Laras Merak (Sidoarjo), dan juara harapan 3: OK Papelker (Sidoarjo).
“Total hadiah bagi semua juara sebesar Rp 25 juta,” kata Teguh.

Selain ratusan insan keroncong, festival dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Tampak ada Wakil Bupati Sidoarjo H Mimik Idayana, Ketua DPRD H Abdillah Nasih, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Yudhi Iriyanto, Kepala Dinas Sosial Ahmad Misbahul Munir, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Wabup H Mimik Idayana manaruh apresiasi besar terhadap perhelatan festival keroncong. Dia mengaku terkejut ternyata banyak orkes keroncong di Sidoarjo. Bahkan telah berprestasi di tingkat regional Jawa Timur dan juga nasional. Dia berharap keroncong bisa disukai oleh anak muda maupun pelajar.

“Misalnya dengan lomba atau kegiatan apa gitu yang melibatkan pelajar. Sehingga regenerasi keroncong tidak sampai putus,” harap Mimik Idayana.
Ketua DPRD Abdillah Nasih dalam sambutannya menyampaikan, keroncong telah berkembang berabad-abad di Indonesia. Menjadi kesenian yang khas tanah air. Dia memimpikan suatu saat keroncong diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Sementara itu, Kadisporapar Yudi Iriyanto berharap festival keroncong diagendakan setiap tahun. Agar ke depan semakin besar dan bisa masuk agenda Kharisma Event Nasional (KEN). “Festival Keroncong ini mengangkat nama Sidoarjo ke kancah nasional. Juga berkontribusi dalam sektor pariwisata di Sidoarjo. Untuk itu, Pemereintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memberi dukungan,” ujarnya.
Gereget dan antusias peserta festival terlihat dari pembukaan pagi hingga malam penutupan. Penggagas Festival Keroncong Sidoarjo Synkron sekaligus Dewan Pengarah Gustav Agus Subagio menjelaskan bahwa ajang musik berskala nasional ini bukan sebatas lomba.

“Ini bukan sebatas lomba. Festival ini juga berisi diskusi tentang sejarah keroncong di Indonesia. Tadi dalam diskusi dijelaskan, ternyata musik keroncong justru tidak ada di negara Portugal. Jadi keroncong benar-benar asli dari Indonesia. Festival ini juga sebagai reuni dan silaturahmi insan keroncong di tanah air. Lalu sesi ngejamp bersama. Termasuk pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa mengembangkan musik keroncong. Kita juga mendeklarasikan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Keroncong Nasional,” papar pencipta genre musik keroncong impresif ini secara panjang lebar. [but]






