Lumajang (beritajatim.com) Seorang nelayan asal Banyuwangi yang hilang dihantam ombak besar saat berlayar di perairan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih belum ditemukan hingga, Senin (19/10/2026).
Sebelumnya, tiga orang nelayan yang berangkat dari Kecamatan Puger, Jember, mengalami kecelakaan laut saat mencari ikan di perairan laut selatan Lumajang, Kamis (15/10/2026) dini hari.
Ketiganya adalah, Zaenal Abidin (23) dan Rahul Panji Darmawan (19), warga Kecamatan Puger, Jember, serta Rizky Andi Dhermawan (33) warga Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
Nelayan tersebut diketahui berlayar untuk mencari ikan di kawasan perairan Jaten, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian.
Nahas, saat sedang dalam perjalanan pulang ke Jember, perahu mereka hanyut dihantam ombak besar dan mengalami kecelakaan laut.
Adapun, dua korban terseret ombak yakni, Zaenal Abidin dan Rahul Panji, berhasil menyelamatkan diri ke menara pantau TNI-AU di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh.
Sementara, satu korban lain atas nama Rizky Andi Dhermawan masih dinyatakan hilang dan belum diketahui kondisinya.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, tanda-tanda keberadaan satu korban yang hilang masih belum ditemukan hingga hari kelima.
Saat ini, upaya pencarian korban laka laut di pantai selatan tersebut masih terus dilakukan tim Search and Rescue (SAR) gabungan.
“Jadi, upaya pencarian korban laka laut kapal nelayan di pantai selatan Lumajang masih terus dilakukan sampai hari ini,” ucap Isnugroho di Lumajang, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, proses pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan Pantai Parupa, Bambang, Watu Pecak, Mbah Drajit, hingga pantai di kawasan Kecamatan Tempursari.
Proses pencarian korban juga dibantu sejumlah perahu nelayan yang ikut menyisir dan menyebarkan informasi kepada nelayan lain.
“Ini untuk monitoring dan pencarian masih dilakukan mengingat satu korban masih belum ditemukan, kita masih lakukan penyisiran, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat,” ungkap Isnugroho. (has/aje)






