Jombang (beritajatim.com) – Makam tiga tokoh pendiri NU (Nahdlatul Ulama) yang ada di Kabupaten Jombang dibanjiri ribuan peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum menghadiri puncak resepi 1 Abad NU, mereka ke Jombang terlebih dulu untuk berziarah.
Tiga makam kiai yang dikunjungi itu adalah; pertama makam Hadratusyyaikh KH Hasyim Asy’ari yang ada di pondok pesantren Tebuireng, kemudian makam KH Abdul Wahab Chasbullah yang ada di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tamkbakberas, serta makam KH Bisri Syansuri di PPMM (Pondok Pesantren Mambaul Maarif) Denanyar Jombang.
Para peziarah ini memanjatkan doa secara khusuk di masing-masing makam. Dari Tebuireng, peziarah kemudian ke Tambakberas, lalu ke Denanyar. Jarak pesantren Tebuireng ke Tambakberas dan Denanyar sekitar tujuh kilometer. Peziarah yang datang itu kebanyakan secara berombongan menggunakan bus.
BACA JUGA:
Ini Rangkaian Acara Resepsi Satu Abad NU di Sidoarjo
Salah satu pengurus Pesantren Tebuireng Jombang Teuku Azwani mengatakan, ramainya peziarah itu sejak Jumat (3/2/2023). Jika pada hari biasa, jumlah peziarah kisaran 2.500 orang. Namun sejak Jumat, jumlah peziarah meningkat tajam. “Pada Jumat sekitar lima ribu orang yang berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari,” kata Azwani ketika dikonfirmasi, Senin (6/2/2023).
Bahkan mulai Sabtu, Minggu, hingga Senin, jumlah peziarah meningkat empat kali lipat. “Mulai Sabtu hingga sekrang ini peziarah yang datang ke Tebuireng mencapai 10 ribu orang per hari. Semuanya melakukan doa bersama di makam pendiri NU. Setelah dari Tebuireng, peziarah bergeser ke Tambakberas dan Denanyar,” ujar santri Tebuireng asal NAD (Nangroe Aceh Darussalam) ini.
Azwani menjelaskan, sekitar pukul 14.00 WIB, datang 30 bus rombongan dari PWNU DKI Jakarta. Kemudian sorenya ada tiga bus rombongan pengurus NU dari Lombok NTB (Nusa Tenggara Barat). Seluruh rombongan merupakan peserta yang akan hadir dalam puncak resepsi 1 Abad NU yang digelar di GOR Sidoarjo.

“Karena banyaknya peziarah, jam berkunjung ke makam pendiri NU di Tebuireng juga ditambah. Pada hari biasa, waktu ziarah mulai pukul 08:00 sampai dengan 15:00 WIB. Namun menjelang peringatan satu abad NU, waktu ziarah mulai pukul 07:00 sampai 17:30 WIB. Buka tutupnya kita perpanjang seiring peringatan satu abad NU,” ujar Azwani.
Maka tidak heran, kebanyakan peziarah ini mengenakan seragam bertuliskan 1 Abad NU dengan gambar KH Hasyim Asyari. Usai berziarah ke malam pendiri NU di Kabupaten Jombang, rombongan dari berbagai daerah ini kemudian meneruksan perjalanan ke Sidorjo. Jarak kedua kota ini sekitar 2 jam perjalanan. Bahkan kalau melewati jalur tol bisa lebih cepat.
Selain makam pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, di kompleks pemakaman keluarga Tebuireng juga ada sederat tokoh lainnya. Yakni, Pahlawan Nasional KH Abdul Wahid Hasyim, kemudian Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid, tokoh nasional KH Salahiddin Wahid serta Lily Chadijah Wahid. Selanjutnya ada makam KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud, serta kerabat lainnya.
BACA JUGA:
Kepala Daerah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Kompak Matangkan 1 Abad NU
Seperti diketahui, kelahiran NU pada tahun 1926. Ada tiga kiai yang menjadi pendiri organisasi tersebut, yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dari pesantren Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah dari pesantren Tambakberas, serta KH Bisri Syansuri dari pesantren Denanyar Kabupaten Jombang.
Sebelum mendirikan NU, KH Wahab Chasbullah merintis embrio organisasi itu. Di antaranya, Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran) pada tahun 1918.
Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan para kiai, akhirnya disepakati membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (kalender Hijriah), bertepatan dengan 31 Januari 1926 (masehi). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar. Nah, pada tahun ini (kalender hijriah), usia NU 100 tahun atau 1 abad.
Lambang NU sendiri memiliki latar warna hijau dengan gambar bola dunia, ikatan tali, tulisan arab, dan 9 bintang. Sosok yaang membuat lambang atau logo NU yakni Kiai Ridwan Abdullah. Sedangkan pencetus nama Nahdlatul Ulama (NU) adalah Kiai Mas Alwi Abdul Aziz. [suf]






