Hukum & Kriminal

Mr P Telah Layu tapi Tega 5 Kali ‘Garap’ Anak 13 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Pria tua bernisial MS (54) asal Sampang, Madura ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak kota Surabaya, Jumat (14/6/2019). Penangkapan dilakukan setelah dilaporkan melakukan tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur berusia 13 tahun.

MS mengaku jika tindak cabul yang ia lakukan sudah kelima kali ini. Pertama itu bulan februari, terus maret dan sampai kemudian dirinya ditangkap pada bulan ini.

MS yang berprofesi sebagai pemulung dan pedagang es mengatakan, bahwa dirinya merayu X (13) saat menjajakan es yang ia jual depan kontrakanya yang berlamatkan di Bulakbanteng.

Sebelum melakukan tindakan bejatnya, X yang merupakan tetangganya, ia ajak masuk ke dalam kontrakanya. Di dalam, MS kemudian mencium X dan melepaskan celananya sebelum akhirnya ia teruskan perilaku bejatnya.

Kendati demikian, MS mengakui jika sebenarnya Mr P milik dirinya sudah layu. Tidak sempat berdiri, tapi keluar. “Iya, lima kali keluar, tapi tidak berdiri, cuma diluar keluarnya saja kok,” ucap MS saat mengakuinya kepada wartawan.

Agar tidak melapor, MS mengancam dan memberikan uang kepada X. Pertama ia berikan 5000 rupiah. Kedua, ia kasih X sebesar 2000 rupiah.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Agus Antonius Rahmanto mengatakan jika pelaku diganjar paling sedikitnya 15 tahun penjara.

Agus menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. Ia mengaku masih mendalami apabila ada pelaku lain yang menjadi rekan MS.

“Harus kita tindak dan dalami, apalagi ini kasus di bawah umur. Mengingat Surabaya juga kota ramah anak,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Agus juga terlihat sempat kesal dengan pelaku, lantaran selain perilaku cabulnya terhadap anak di bawah umur, MS juga merupakan bekas residivis pembunuhan pada tahun 1988.

Kini, MS sudah diamankan di Polres Pelabuhan Tenjung Perak. Pelaku dikenakan pasal 82 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI no. 23 tahun 2002 yaitu tentang perlindungan anak. [juf/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar