Blitar (beritajatim.com) – Bagi para perantau, aroma bumbu sambel pecel dan kepulan asap soto di sudut kota Blitar adalah kompas alami yang menuntun jalan pulang. Blitar tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tapi juga sebuah preservasi rasa yang terus dijaga turun-temurun.
Berikut adalah 3 destinasi kuliner legendaris wajib dikunjungi saat mudik lebaran ke Blitar. 3 Kuliner ini pun akan melengkapi momen Idul Fitri Anda di kampung halaman:
1. Nasi Pecel Blitar, sang primadona bertekstur mantap
Jangan mengaku pulang ke Blitar jika belum menyantap nasi pecelnya. Berbeda dengan Pecel Madiun yang cenderung lebih encer, Pecel Blitar memiliki karakteristik bumbu kacang yang lebih kental, gurih, dan memiliki aroma daun jeruk yang kuat.
Keunikan sambel pecel khas Bumi Bung Karno terlayak pada kacangnya tidak digoreng dengan minyak melainkan disangrai. Metode ini terus dijaga turun temurun sejak puluhan tahun lamanya.
Inilah yang memberikan rasa smoky yang khas dan lebih tahan lama pada sambel pecel Blitar. Pedas gurih masis dengan aroma daun jeruk, lebih mantap dipadukan dengan rempeyek kacang yang renyah atau iwak peyek (ikan asin) untuk sensasi otentik.
Di Kota Blitar sendiri ada banyak warung pecel legendaris. Dua diantaranya yang telah berdiri sejak puluhan tahun adalah Pecel Mbok Bari (beberapa cabang tersebar di kota) atau Pecel Jalan Semeru untuk suasana yang lebih vintage.
2. Soto Bok Ireng, kuliner ikonik dalam kepulan asap kayu bakar
Berdiri sejak era 1940-an, Soto Bok Ireng adalah definisi dari autentik dan konsistensi. Terletak di area Jalan Kelud, Koga Blitar kedai ini tetap setia menggunakan kuali tanah liat dan tungku kayu bakar untuk menjaga suhu dan cita rasa kuah sotonya.
Soto Bok Ireng memiliki karakteristik kuah berwarna gelap karena penggunaan bumbu rempah yang pekat dan bumbunya meresap hingga ke serat daging sapi yang empuk.
Makan di warung soto Bok Ireng ini pun memberikan sensasi kembali ke masa lalu. Jangan kaget jika Anda harus mengantre panjang saat libur Lebaran, karena ini adalah destinasi “nostalgia” bagi para pemudik.
3. Es Drop, nostalgia dalam Balutan Kertas Merah-Putih
Untuk menutup perjalanan kuliner anda, Es Drop adalah penawar dahaga paling legendaris. Es lilin tradisional ini sudah ada sejak zaman kolonial (1937) dan masih diproduksi di pabrik aslinya di Jalan Anggrek, Kota Blitar.
Teksturnya yang padat dan tidak mudah cair, dibungkus dengan kertas memanjang berwarna merah putih yang ikonik dengan logo “Burung Betet”.
Varian klasiknya adalah cokelat dan kacang hijau yang menggunakan gula asli tanpa pemanis buatan. Nah bagi anda yang tertarik, bisa menemukannya di gerobak-gerobak kecil di sekitar Alun-Alun Blitar atau Makam Bung Karno. Ini adalah cara termurah dan termudah untuk membeli mesin waktu menuju masa kecil Anda. (owi/ian)






