Surabaya (beritajatim.com) – Perkumpulan warga keturunan Tionghoa marga Tjio/Jiang yang tergabung Yayasan Bina Marga Canpgih (BMC) Surabaya menjalin kerja sama bidang pengembangan teknologi industri dan investasi dengan masyarakat sesama marga Jiang asal Provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Kolaborasi ini terjalin dalam pertemuan antara delegasi marga Jiang dari Tiongkok dengan Yayasan BMC di Resto MM di By Pass Juanda, Sidoarjo, pada Minggu (9/6/2024). Delegasi Tiongkok terdiri dari 24 orang, termasuk pejabat dan pebisnis dari berbagai sektor usaha.
Ketua Yayasan BMC, Peter S. Tjioe, menjelaskan bahwa leluhur marga Jiang yang kini tinggal di berbagai negara tetap menjaga hubungan persaudaraan. Hal ini termasuk marga Jiang dari Shu Dou yang bermigrasi ke Indonesia.
“Visi dan misi kami adalah membangun kesejahteraan generasi marga Jiang di masa depan. Salah satu upayanya adalah menjalin kerja sama ekonomi dengan saudara-saudara kami di Tiongkok, khususnya dalam bidang teknologi industri dan investasi,” ujar Peter.
Peter, yang juga pengusaha batu marmer/granit dengan bendera MM Galleri, menambahkan bahwa kedatangan delegasi marga Jiang asal Jiangsu akan membahas beberapa peluang bisnis, seperti menarik investor Tiongkok untuk berinvestasi di Jawa Timur dengan mendirikan industri manufaktur berbasis teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan pengusaha lokal untuk melakukan alih teknologi.
Di sisi lain, pebisnis Jawa Timur bisa membuka peluang ekspor ke Tiongkok berupa aneka komoditas pertanian. Kolaborasi ini diharapkan saling menguntungkan dan meningkatkan perekonomian daerah.
Yayasan BMC sendiri telah berdiri sejak 1912 dan memiliki gedung pertemuan di Jl. Nias 36 Surabaya. Yayasan ini juga memiliki aset lahan seluas 645 m2 yang diwujudkan oleh para donatur pada tahun 2006.
Kerja sama antara Yayasan BMC dan marga Jiang Tiongkok ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para pengusaha di kedua belah pihak dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.[rea/kun]






