Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah melangkah serius dalam merealisasikan pembangunan rumah sakit umum daerah baru di wilayah selatan guna mendekatkan akses kesehatan bagi warga pegunungan. Langkah ini diperkuat dengan koordinasi intensif bersama kementerian terkait dan lembaga pembiayaan infrastruktur untuk mengamankan dukungan anggaran pembangunan.
Kehadiran fasilitas medis di lokasi strategis tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga dari sepuluh kecamatan yang selama ini harus menempuh jarak jauh menuju RSUD Bangil atau Grati. Percepatan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah mengingat tingginya kebutuhan layanan rujukan bagi ratusan ribu penduduk di kawasan lereng Arjuno dan Bromo.
“Masyarakat di sana kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan rujukan yang cepat karena jarak yang cukup jauh ke fasilitas kesehatan yang ada,” ujar Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Mas Rusdi sapaannya memaparkan urgensi proyek tersebut secara langsung dalam pertemuan di Jakarta bersama para pemangku kebijakan nasional.
RSUD yang direncanakan berdiri di dekat pintu keluar tol ini juga didesain sebagai pusat penanganan darurat kecelakaan serta evakuasi bencana pegunungan. Inovasi penyediaan landasan helikopter menjadi bagian dari rencana besar untuk mempercepat pertolongan medis bagi wisatawan maupun masyarakat lokal lewat jalur udara.
“Kami juga merencanakan fasilitas helipad di rumah sakit ini untuk evakuasi medis lewat udara bagi warga maupun wisatawan yang membutuhkan pertolongan darurat,” jelas Mas Rusdi. Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan akan meningkatkan standar keselamatan di kawasan destinasi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan.
Mengingat kondisi anggaran daerah yang sedang terkonsentrasi pada belanja pegawai dan jaminan kesehatan, skema pinjaman jangka panjang diambil sebagai solusi pembiayaan yang paling rasional. Pilihan ini diambil agar proyek strategis tersebut tetap bisa berjalan tanpa membebani ruang fiskal secara mendadak dalam satu tahun anggaran.
“Ruang fiskal APBD kita memang sedang ketat, maka pinjaman ini menjadi solusi terbaik agar pembangunan rumah sakit tetap bisa berjalan,” tambah Mas Rusdi. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk memastikan hak kesehatan masyarakat tidak terabaikan meskipun penerimaan daerah dari sektor lain mengalami penurunan.
Saat ini, seluruh dokumen pendukung mulai dari studi kelayakan hingga desain teknis telah dinyatakan siap oleh pemerintah kabupaten untuk segera masuk tahap evaluasi akhir. Jika proses persetujuan berjalan sesuai target, tahap lelang konstruksi diperkirakan akan segera dimulai dalam waktu dekat demi kepentingan seluruh warga Pasuruan. (ada/aje)






