Sampang (beritajatim.com) – Hendak mencari sumber mata air dengan cara mengebor, Isnandar (40) warga Dusun Solong, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dikagetkan dengan semburan api yang muncul dari sumur bor tersebut.
Kepala Seksi BPBD Sampang, Mohammad Hosin mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut. Namun, api yang muncul dari sumur itu telah padam.
“Tadi saya bersama tim survei ke lokasi. Apinya sudah padam, namun demi mengantisipasi keselamatan kami memasang pipa pralon yang lebih tinggi,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Hosen menjelaskan, sumur yang dibor oleh pemilik lahan bernama Isnandar itu diperkirakan sedalam 42 meter dari permukaan tanah. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 08:00 WIB saat sumur masih mengeluarkan air dalam kondisi normal ketika dilakukan uji coba.
Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, gas mulai keluar dari lubang pengeboran dan kemudian menyala hingga menimbulkan kobaran api dengan tinggi sekitar satu meter.
“Hingga sekitar pukul 17.00 WIB api masih terlihat menyala dan berangsur padam,” imbuhnya.
Petugas mengimbau pemilik sumur maupun masyarakat agar tidak mendekati titik pengeboran demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Selain memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi, aparat juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut serta penyelidikan terhadap sumber gas yang keluar dari lubang pengeboran.
“Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kobaran api telah padam. Meski demikian, lokasi masih berada dalam pengawasan aparat bersama warga setempat hingga dipastikan benar-benar aman,” pungkasnya. [sar/ian]






