Lamongan (beritajatim.com) – Sumber air alami di Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan memiliki potensi luar biasa yang tak pernah meluap dijadikan limpahan air hujan. Bahkan, sumber air tersebut tak pernah surut ketika diambil airnya, meskipun saat kemarau panjang.
Diketahui, sumber mata air yang melimpah ruah tersebut berada di dalam sumur yang dijuluki oleh warga setempat dengan nama Sumur Migit. Hingga kini, sumber air tersebut juga dimanfaatkan oleh penduduk untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi, bahkan dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi 511 keluarga di Desa Brangsi.
Karena potensinya yang luar biasa, Kepala Desa Brangsi Zudi Amin bersama warganya kemudian memanfaatkan sumber air tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berupa Depo Isi Ulang Air Bersih Migit Tirta Asri.
Zudi Amin mengungkapkan, bahwa potensi ini bisa tergali dan berjalan sukses karena tak lepas dari peran pemerintah melalui pengembangan usaha desa, mulai dari pendirian Warung Lamongan (WARLA) hingga usaha lainnya yang kemudian mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa dengan munculnya sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang digunakan mengelola potensi desa.

“Modal yang diberikan pemerintah kepada BUMDes ini kami manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Selain sukses mengelola Warung Lamongan (WARLA), program penggilingan padi, dan penggemukan sapi, saat ini bahkan Depo Air Isi Ulang dari sumber air desa yang kami dirikan juga jalan,” ungkap Zudi Amin, Sabtu (20/11/2021).
Lebih lanjut, Zudi berharap, ke depan sejumlah potensi di Desa Brangsi ini dapat berkembang lebih baik lagi, apalagi dengan keberadaan wisata edukasi milik desa yang dikenal dengan DEWI CEMARA, yakni merupakan singkatan dari DEsa WIsata yang CErdas, MAndiri, dan menjadi desa yang sejahtera.

“Semoga ke depan banyak potensi yang bisa digali lagi di Desa, utamanya melalui pengembangan DEWI CEMARA ini,” harap Zudi Amin, saat Brangsi Festival, pembukaan lomba tumpeng berdirinya Paguyuban IKM Desa Brangsi, di Lokasi Depo Migit Tirto Asri.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang turut menghadiri acara tersebut mengungkapkan dukunganya atas pengembangan wisata edukasi DEWI CEMARA di Desa Brangsi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-lamongan”]
Melihat potensi besar yang dimiliki oleh Desa Brangsi, Bupati yang akrab disapa Bupati YES itu mengatakan, jika Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus mendukung pengembangannya agar lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan.
“Melalui narasi bahwa terdapat sumur migit, yang tidak pernah meluap ketika dijadikan limpahan air hujan dan yang tidak pernah surut ketika diambil airnya, akan menjadi daya tarik luar biasa dan perlu dikembangkan. Saya bantu desain gambar, kepada Dinas Pariwisata agar bisa membantu menarik wisatawan datang ke sini,” pingkasnya. [riq/but]






