Ponorogo (beritajatim.com) – Meski sekarang ini kasus Covid-19 di Ponorogo cenderung landai, namun masyarakat diminta tetap waspada. Yakni, selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kegiatan setiap harinya.
Sebab, virus corona ini terus bermutasi. Bahkan kini ada varian baru Covid-19 bernama Omicron sudah masuk di Provinsi Jawa Timur. Pasien positif Omicron ditemukan di Surabaya. Sebagai langkah antisipasi atau kewaspadaan terhadap Omicron, Komandan Kodim (Dandim) 0802 Ponorogo, Letkol Inf Muhammad Radhie Rusin meminta agar ruang karantina atau isolasi terpadu (isoter) untuk diaktifkan kembali.
[berita-terkait number=”4″ tag=”omicron”]
Karena virus varian baru tersebut berasal dari luar negeri, aktifnya isoter itu nantinya bisa dipergunakan untuk karantina. Jika ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung. “Kita diperintahkan untuk menyiapkan lagi isoter, untuk jaga-jaga. Ya harapannya virus tersebut tidak masuk ke Ponorogo,” kata Letkol Inf Muhammad Radhie Rusin, Jumat (7/1/2022).
Selain isoter di shelter terpadu di jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan, Dandim juga menghimbau untuk juga mengaktifkan lagi tempat isolasi di desa-desa. Radhie menyebut, tempat karantina saat ini cenderung tidak beroperasi.
Maka dari itu harus dilakukan pembersihan. Sehingga jika sewaktu-waktu ada pahlawan devisa yang pulang, bisa isolasi dulu di desa. “Nanti bisa untuk karantina, jika sewaktu-waktu ada PMI yang pulang ke Indonesia. Kita juga tidak boleh cemas yang berlebihan,” pungkasnya. [end/suf]






