Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, meski saat ini belum ada temuan kasus di wilayah Lamongan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan saat ini adalah mengamati secara ketat kasus Influenza Like Illness (ILI) dan meningitis, di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami tidak mendeteksi adanya Virus Nipah di Lamongan. Tapi kewaspadaan kami tingkatkan, dengan mengamati adanya influenza like illness dan meningitis. Ini yang harus kami amati, untuk memastikan apakah arahnya ke Virus Nipah atau merupakan penyakit yang sudah ada sebelumnya,” kata Yany, Rabu (11/2/2026).
Yany menjelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang tergolong berbahaya, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan internasional, kata Yany, angka fatalitas virus tersebut mencapai sekitar 40 persen, terutama karena dampak terburuknya, dapat menyebabkan radang otak akut.
“Virus Nipah ini memang ada beberapa yang mematikan, karena dapat langsung menyebabkan radang otak hingga berujung kematian,” ujarnya.
Lwbih lanjut Yany menyampikan, gejala awal Virus Nipah umumnya menyerupai penyakit pernapasan ringan, seperti batuk, pilek, dan demam.
“Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Lamongan mengimbau masyarakat untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami batuk dan pilek yang disertai demam. Selain itu, penggunaan masker dianjurkan bagi masyarakat yang sedang sakit guna mencegah penularan penyakit.
“Kami mengimbau apabila ada yang batuk pilek agar segera ke dokter, memakai masker, serta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” pungkasnya. (fak/ted)






