Gresik (beritajatim.com) – Satlantas Polres Gresik mencatat selama sebulan terakhir ada 91 kejadian. Peristiwa itu juga memakan korban luka berat maupun ringan sebanyak 114 orang.
Dari jumlah itu, 7 orang di antaranya meregang nyawa. Mayoritas kecelakaan terjadi seluruh wilayah. Namun, ada tiga wilayah masuk kategori black spot, atau rawan kecelakaan. Yakni, Kecamatan Cerme, Kebomas, dan Manyar.
Yang terbaru menimpa pengendara roda dua atas nama Sulastri (46). Korban yang mengendarai motor Honda Vario L 3851 HZ tergelincir di Jalan Raya Desa Padeg, Kecamatan Cerme.
Saat itu, korban hendak mendahului truk yang melaju searah di depannya. Namun, korban tidak mampu mengendalikan setir, lalu tergelincir dan jatuh di sisi kiri.
“Korban terlindas truk yang berjalan searah. Pasalnya, jaraknya sudah terlalu dekat, sehingga pengemudi truk tidak bisa mengendarai tubuh korban,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Aswoko, Kamis (26/9/2024).
Akibat kecelakaan itu lanjut dia, membuat korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Mantan Kanit Reskrim Wringinanom itu menilai, kelalaian pengendara masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan.
“Sebagian besar penyebabnya pengendara motor lengah atau tidak bisa menjaga jarak aman saat mendahului,” ungkapnya.
Satlantas Polres Gresik juga mencatat. Saat ini tiga kawasan menjadi penyumbang terbesar kecelakaan. Yakni Kecamatan Cerme, Kebomas, dan Manyar.
“Jika ditotal, ada 32 kecelakaan di kawasan tersebut. Dari 91 di seluruh wilayah,” tutur Kasatlantas Polres Gresik AKP Derie Fradesca.
Alumnus Akpol 2015 itu menyampaikan bahwa mayoritas kecelakaan kerap terjadi pada jam padat. Yakni pada pagi dan sore hari.
“Pada jam tersebut juga kerap terjadi kemacetan. Sehingga membuat pengendara nekat melanggar aturan maupun rambu lalu lintas,” pungkasnya. [dny/ian]






