Surabaya(beritajatim.com)– Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang yang melelahkan. Di tengah euforia pulang kampung, ada satu risiko serius yang sering diabaikan pengemudi, yakni microsleep atau tidur singkat tanpa disadari saat berkendara.
Pembalap reli nasional, Rifat Helmy Sungkar, mengingatkan bahwa microsleep bisa terjadi dalam hitungan detik, namun dampaknya sangat berbahaya, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Microsleep Bisa Terjadi dalam Sekejap
Rifat menjelaskan, saat mobil melaju dengan kecepatan 60–80 km/jam, menutup mata selama tiga detik saja dapat membuat kendaraan melaju puluhan meter tanpa kendali. Kondisi ini tentu sangat berisiko memicu kecelakaan.
Microsleep umumnya dipicu oleh kelelahan, kurang tidur, serta menurunnya kadar oksigen dalam tubuh. Sayangnya, gejalanya sering dianggap sepele oleh pengemudi.
[irp posts=”1488958″ ]
Beberapa tanda awal microsleep antara lain:
Sering menguap
Mata terasa berat
Pandangan mulai kabur atau tidak fokus
Konsentrasi menurun
Jika tanda-tanda tersebut muncul, itu berarti tubuh sudah tidak dalam kondisi optimal untuk mengemudi.
Cara Mencegah Microsleep Saat Berkendara
Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep:
1. Jaga sirkulasi udara dalam mobil
Membuka kaca mobil sesekali membantu meningkatkan kadar oksigen di dalam kabin.
2. Perbanyak minum air putih
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu menjaga fokus selama berkendara.
3. Jangan memaksakan diri saat mengantuk
Jika rasa kantuk mulai muncul, segera cari tempat aman untuk beristirahat.
4. Istirahat sejenak
Berhenti di rest area dan tidur selama 15–20 menit terbukti efektif memulihkan energi dan konsentrasi.
[irp posts=”1488958″ ]
Rifat menegaskan, tujuan utama berkendara bukan hanya sampai di tujuan, tetapi sampai dengan selamat.
Pahami Etika Berkendara Saat Sistem One Way
Selain microsleep, pengemudi juga perlu memahami aturan berkendara saat penerapan sistem satu arah (one way), yang sering diberlakukan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam kondisi ini, jalur yang digunakan bisa berbeda dari biasanya, sehingga berpotensi membingungkan pengemudi.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Posisi setir tetap di sebelah kanan
Jika ingin berhenti, gunakan bahu jalan sebelah kiri
Jangan berhenti di sisi kanan karena berbahaya
Jangan mencoba kembali ke jalur normal setelah masuk jalur one way
Kesalahan dalam memahami aturan ini dapat memicu kecelakaan dan memperparah kemacetan.
Keselamatan adalah Prioritas Utama
Perjalanan jauh saat mudik memang menantang. Namun, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Mengenali tanda-tanda microsleep dan memahami aturan lalu lintas adalah langkah penting untuk mengurangi risiko di jalan.
Dengan persiapan yang baik dan kesadaran berkendara yang tinggi, perjalanan mudik dan balik bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. [aje]






