Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan, topik mengenai pelecehan seksual sangat santer menjadi perbincangan. Sebabnya, banyak korban pelecehan seksual yang mulai berani untuk berbicara pada publik.
Meski sering menimpa perempuan, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan, lelaki pun sangat mungkin menjadi korban kekerasan seksual. Kekerasan ini terjadi ketika ada orang yang memaksakan laku seksual pada seseorang sampai melakukan tindak kekerasan.
Korbannya pun sering kali terkena syok dan tidak bisa mengidentifikasi diri mereka. Hal ini terjadi karena beberapa alasan. Alasan pertama, kebingungan karena tidak tahu bagaimana menggambarkan pada dirinya sendiri tentang apa yang terjadi.
Alasan kedu rasa malu, dan diposisikan menjadi orang bersalah oleh orang lain mulai dari cara berpakaian, gaya hidup atau hal lain. Lalu alasan ketiga, denial yaitu tidak mau percaya bahwa hal itu sungguh terjadi. Dan terakhir, defence mechanism alias mengatakan pada diri sendiri bahwa itu bukan persoalan besar.
Hingga saat ini, kasus pelecehan seksual masih banyak terjadi Masih banyak korban yang disalahkan, dan pelaku yang ditutupi identitasnya. Namun kedua hal itu sangat janggal, mengingat korbanlah yang harus mendapat perlindungan. Berikut ini dimensi ciri pelaku pelecehan seksual.
Show off
Yakni menunjukkan perilaku sikap melecehkan itu di hadapan orang lain.
Private
Sangat ingin tampil konservatif dan baik,tetapi ketika mereka berada sendirian dengan sasaran korban, perilaku mereka berubah sama sekali.
Risk Taker
Sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang secara moral salah. Karenanya ia cenderung menyalahkan Korban.
Untouchable
Tidak menimbang Konsekuensi dari perilaku. la percaya bahwa ia sepenuhnya mengendalikan situasi, bebas dari resiko sehingga tega melakukan pelecehan.
Passive-Initiator
Merupakan bentuk mengawali tindakan dengan memuji atau menggoda. Mereka beranggapan bila direspon mereka akan merasa apa yang terjadi bukan kesalahan mereka (pelaku)
Seducer-Demand
Secara aktif merancang tindakannya dengan memanfaatkan posisinya, berusaha mencari tahu apa yang sedang korban butuhkan
Obsessive
Karena merasa berkuasa, ingin dihormati, dan sebagian besar mereka adalah orang yang merasa tidak berhasil di tempat kerja akan mendapat pelecehan ini.
Don Juan
Melakukan pelecehan pada banyak orang, sering lupa wajah bahkan nama Korban, dan melakukan pelecehan atas dorongan untuk mengalahkan.
Guna mencegah pelecehan seksual beberapa hal ini bisa dilakukan. Pertama, mengkonfrontasi langsung pelaku dengan melihat situasi sekitar. Kedua, mempersenjatai diri misalnya dengan semprotan merica. Ketiga, lapor dan ceritakan kepada keluarga dan sahabat. [dan/tur]






