Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat akan cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi mulai 29 November hingga 5 Desember 2024.
Cuaca ekstrem ini disebabkan oleh berbagai fenomena atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik yang memengaruhi pola cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG menyebutkan bahwa selama periode tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, akan melanda banyak wilayah di Indonesia.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu waspada terhadap potensi angin kencang yang bisa mengakibatkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Fenomena ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di daerah rawan bencana.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
Untuk menghadapi cuaca ekstrem ini, BMKG memberikan beberapa langkah antisipasi yang perlu diperhatikan oleh masyarakat:
1. Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Mengantisipasi risiko banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana.
2. Membersihkan Saluran Air
Pastikan saluran air, selokan, dan drainase dalam kondisi bersih untuk mencegah banjir.
3. Menghindari Aktivitas di Wilayah Rawan
Hindari aktivitas di luar rumah atau wilayah yang rawan bencana seperti tepi sungai, lereng bukit, atau pantai.
4. Persiapkan Perlengkapan Darurat
Siapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, makanan, dan air bersih untuk keperluan mendesak.
5. Pantau Informasi Cuaca
Selalu pantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi, atau media sosial.
Dengan langkah antisipasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Jangan abaikan peringatan ini dan tetap waspada demi keselamatan bersama. (fyi/ian)






