Malang (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas cuaca ekstrem akan meningkat, terutama di wilayah Malang dan Kota Batu. Hujan deras yang disertai angin kencang diprediksi akan terjadi selama periode libur panjang ini, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurut Ardiyanto Maksimilianus, ST., M.Si., pakar perencanaan wilayah dan kota dari Institut Teknologi Nasional (PWK ITN) Malang, cuaca ekstrem dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan kota. Seperti kemacetan bahkan dapat menimbulkan risiko banjir.
“Curah hujan tinggi, minimnya daerah resapan, dan sistem drainase yang belum optimal menjadi tantangan besar. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat volume kendaraan dan wisatawan meningkat,” jelasnya kepada beritajatim.com
Pemerintah daerah diimbau untuk segera memetakan area rawan genangan dan banjir serta melakukan langkah antisipasi cepat. Langkah pertama, memastikan saluran drainase berfungsi optimal
“Normalisasi saluran drainase di titik-titik rawan genangan perlu dilakukan segera. Tumpukan sampah, sedimentasi, dan kerusakan infrastruktur drainase menjadi prioritas utama untuk diperbaiki,” kata Ardiyanto.
Kedua, penertiban pemanfaatan ruang. Kawasan jalan utama yang kerap digunakan untuk parkir liar atau aktivitas lain harus ditertibkan guna memastikan kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko genangan air.
Ketiga, skenario pengendalian lalu lintas. Dengan potensi lonjakan wisatawan di Kota Batu dan Kota Malang, penerapan jalur satu arah sementara di beberapa titik rawan macet dapat menjadi solusi.
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. Beberapa langkah yang dapat diambil, misalnya hindari membuang sampah di drainase
“Tindakan kecil ini dapat membantu mencegah penyumbatan saluran air yang menjadi penyebab utama banjir di perkotaan,” ujar dosen lulusan S2 UB dan S3 IPB tersebut.
Kedua, waspadai pohon tumbang dan tanah longsor. Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, warga diimbau untuk menjauhi area dengan risiko pohon tumbang atau tanah longsor, terutama di daerah pegunungan.
Ketiga, gunakan transportasi umum jika memungkinkan. Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, wisatawan disarankan menggunakan transportasi umum yang lebih aman dan efisien.
Pesan Penting untuk Perjalanan Liburan
Cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada wilayah perkotaan, tetapi juga berpotensi mengganggu akses menuju tempat wisata favorit seperti Kota Batu. Ardiyanto menyarankan agar wisatawan memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian dan membawa perlengkapan tambahan seperti jas hujan dan lampu darurat.
“Liburan adalah momen yang dinantikan, tetapi keamanan tetap harus menjadi prioritas. Kesiapan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun wisatawan, sangat penting agar liburan berjalan lancar tanpa kendala akibat cuaca ekstrem,” pungkasnya. [dan/aje]






