Bojonegoro (beritajatim.com) – Langkah antisipatif digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro di kawasan Masjid Wisata Religi di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Hal ini menyusul laporan warga mengenai kondisi tebing di sekitar masjid megah yang disebut rawan longsor.
Tim BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen mendalam. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah desa dan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area yang ramai dikunjungi wisatawan dan jamaah ini.
“Tim melakukan asesmen di tebing Tembok Penahan Tanah (TPT) sisi selatan. Kami juga sudah mengimbau para PKL untuk menjauh ke tempat yang aman jika hujan deras datang,” jelas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, Rabu (19/11/2025).
Hasil pemeriksaan tim menunjukkan bahwa TPT di bagian selatan, yang memiliki panjang 150 meter dan tinggi 26 meter, dinyatakan dalam kondisi stabil dan aman. Struktur ini hanya berjarak sekitar tiga meter dari area beraktivitas PKL.
Namun, kewaspadaan justru beralih ke area lain. Di tebing bagian barat dan timur, petugas menemukan titik-titik yang berpotensi longsor.
Tebing bagian barat, dengan panjang 110 meter dan tinggi 19 meter, terdiri dari tanah kapur gamping (krapak) yang rentan. Faktor risikonya diperparah dengan adanya aliran air dari atas tebing, tidak adanya TPT, dan minimnya tumbuhan pelindung.
Kondisi serupa ditemui di tebing timur yang memiliki panjang 90 meter dan tinggi 20 meter. “Tebing di bagian barat dan timur inilah yang berpotensi karena aliran air, tidak ada TPT, dan vegetasi yang kurang. Meski begitu, hingga saat ini kondisi masih aman dan belum ada pergerakan tanah,” terang Agus Purnomo.
Menyikapi temuan ini, BPBD Bojonegoro mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat dan pengunjung Masjid Wisata Religi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem atau hujan lebat melanda.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan secara berkala dan siap mengambil tindakan kedaruratan jika situasi membutuhkan.
Masjid Wisata Religi di perbatasan Bojonegoro-Ngawi ini merupakan mega proyek Pemkab Bojonegoro dengan anggaran mencapai Rp113,45 miliar. Sejak diresmikan untuk ibadah pada 27 Desember 2024, masjid ini langsung menjadi ikon baru dan destinasi favorit di wilayah barat Bojonegoro. [lus/ian]






