Gresik (beritajatim.com)- Untuk kesekian kalinya wartawan media online beritajatim.com yang bertugas di Gresik, menjadi pemateri workshop yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik dengan tema ‘Penguatan Kapasitas kepada Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba’, Rabu (1/09/2021).
Workshop tersebut diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media mulai dari elektronik, cetak, dan online. Tujuannya, turut serta menyosialisasikan penyalahgunaan narkoba melalui media.
Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Supriyanto melalui Kasubag Umum Diaz Pradana menuturkan, saat ini ancaman penyalahgunaan narkoba terus mengikuti perkembangan zaman. Di sisi lain personel BNN di daerah sangat terbatas.
Oleh karena itu, peran media sangat dibutuhkan oleh BNN dalam rangka membantu sosialisasi. “Kalau tidak menggandeng media, tugas BNN sangat berat dalam melakukan sosialisasi tentang penyalahgunaan narkoba. Media juga bisa menyebarluaskan berbagi informasi soal bahaya narkoba,” tuturnya.
Masih menurut Diaz, kegiatan seperti ini nantinya kontinyu dilakukan agar bisa menghasilkan output mengenai bahaya narkoba. Dimana setiap tahunnya, banyak modus baru yang dilakukan oleh pengedar terhadap masyarakat.
Sementara, Deni Ali.S wartawan beritajatim.com selaku perwakilan media yang juga pemateri workshop mengatakan, sinergitas antara media dengan BNN Gresik harus ditingkatkan tidak hanya di forum ini. Tapi juga di forum lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bnn”]
“Dari workshop ini ada usulan dari rekan-rekan media, BNN Gresik tidak hanya merilis kejadian saja. Tapi juga ada update data supaya bisa menjadi warning bagi masyarakat jangan dekat-dekat dengan narkoba,” ujarnya
Selain itu, lanjutnya, ada sisi lain yang bisa diangkat terkait dengan bahaya narkoba. Misalnya, mengangkat kisah mantan pengedar atau pemakai yang sukses di bidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kisah-kisah seperti ini perlu diangkat. Sehingga, orang yang pernah berhubungan dengan narkoba tidak hanya dicap sebagai orang yang tidak berguna,” tandasnya. [dny/suf]






