Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 19 kelompok RT RW VI Tambak asri mengikuti lomba rujak uleg yang digelar di Kelurahan Morokorembangan, Minggu (4/9/2022).
Mulai dari penampilan warga yang mengenakan pakaian tradisional kebaya, hingga pakaian bernuansa merah putih menambah semarak lomba rujak uleg.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya Achmad Hidayat menyebut semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Tambak Asri dalam lomba rujak uleg sekaligus melestarikan resep mustika rasa Bung Karno dan kekayaan alam nusantara.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
“Kekayaan alam nusantara berupa keragaman rempah menurunkan banyaknya kuliner yang berasal dari berbagai daerah salah satunya di Surabaya yaitu rujak cingur,” kata mantan aktivis GMNI ini.
Selain itu, Achmad mengatakan buku mustika rasa yang disusun oleh Pemerintah Indonesia atas inisiasi Presiden RI pertama Soekarno dan diterbitkan pada 1967 tersebut dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Sekaligus juga menjadi bagian dari sosio-kultural yang mengiringi gerak perubahan masyarakat.
“Buku mustika rasa bisa menjadi pegangan ibu-ibu untuk menyajikan masakan yang bergizi dan lezat bagi keluarga dirumah dari bahan baku yang otentik dari bumi indonesia,” tegas Achmad.
Ia juga berpesan agar makin banyak insan yang melestarikan warisan nusantara di bidang kuliner sehingga bersumbangsih memperkokoh semangat Nasionalisme melalui kampanye resep masakan nusantara.[asg/kun]






