Surabaya (beritajatim.coml) – Para Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya yang belum memiliki rumah bisa gunakan skema yang ditawarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memberikan stimulus khusus MBR hingga melibatkan industri asuransi dalam program 3 juta rumah.
Program 3 juta rumah ditargetkan oleh Presiden Prabowi Subianto ini akan memastikan perbankan yang menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan stimulus khusus untuk membantu MBR dengan penghasilan Rp 8 juta per bulan bisa memiliki rumah.
“Cicilannya pun bisa dimaksimalkan hingga 20 tahun sehingga lebih ringan dan terjangkau oleh MBR,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam konferensi pers melalui webinar pada Selasa (14/1/2025).
OJK juga memberi perhatian khusus pada aspek subsidi uang muka (SBUM) yang dapat dimanfaatkan oleh bank untuk meningkatkan rasio loan to value (LTV) calon debitur. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan fasilitas KPR.
Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Pengasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prasmomiyono, memastikan industri asuransi pun akan ikut ambil bagian dalam mendorong MBR bisa memiliki rumah.
Asuransi bisa menjadi bagian dari subsidi yang akan diberikan pemerintah. Dan asuransi ini harus dibuat satu paket lengkap sehingga lebih terjangkau bagi MBR. Bundling asuransi yang bisa dilakukan diantaranya dengan Asuransi Jiwa Kredit (AJK), asuransi umum properti, serta suretyship dan surety bond.
“Asuransi dapat memberikan perlindungan yang komprehensif bagi debitur dan kreditur dalam program 3 juta rumah. Untuk itu kami akan membentuk konsorsium agar program 3 juta rumah ini segera terselenggara,” ujar Ogi.
Dukungan yang sama dari perusahaan pembiayaan juga dipaparkan oleh Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. Perusahaan pembiayaan sebenarnya telah membuka berbagai jenis skema pembelian yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam pembiayaan perumahan .
“November 2024 terdapat 50 perusahaan pembiayaan yang telah menyalurkan pembiayaan objek-objek terkait perumahan seperti rumah tinggal, Ruko, Rukan hingga apartemen. Dan dengan adanya program 3 juta rumah ini permintaan yang terus meningkat,” tandas Agusman.[rea]






