Jombang (beritajatim.com) – Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah membangun 131 Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia. Rumah tersebut diberikan kepada warga kurang mampu yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan pembangunan rumah tersebut untuk mensyukuri Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanggal 18 Agustus 1945.
Puncak acara penyerahan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia ini dipusatkan di Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Desa Losari, Ploso, Jombang, Sabtu (20/8/2022) dalam acara Santunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah.
Acara ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan pejuang veteran dan dihadiri oleh sejumlah tokoh Jombang dan Jawa Timur (Jatim) serta tokoh-tokoh lintas agama. Hadir pula Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kiai Mukhtar Mu’thi. Dalam kesempatan itu, Kiai Mukhtar memberikan wejangan secara panjang lebar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.
Semisal tentang pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan. Juga tentang cerita Sukarno yang diculik oleh pemuda revolusioner ke Rengas Dengklok. Bung Karno dipaksa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun pria kelahiran Surabaya ini bersikukuh bahwa Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Ketua Umum DPP Orshid (Organisasi Shiddiqiyyah) Joko Herwanto dalam sambutannya mengatakan, acara ini bertujuan untuk membangkitkan kembali rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah menipisnya rasa kebangsaan dan patriotisme akibat arus globalisasi dan modernisasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hut-kemerdekaan”]
“Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dan masyarakat sekitar di seluruh Indonesia bergotong-royong membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah di daerahnya masing-masing. Tahun ini jumlahnya 131 unit. Tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Joko.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Organisasi Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah atau disingkat Dhibra Shiddiqiyyah. Dana dan tenaga pembangunan rumah layak huni ini murni berasal dari warga Shiddiqiyyah dan para donatur serta relawan dari masyarakat sekitar.
“Kita sebagai warga Thoriqoh Shiddiqiyyah telah diarahkan cara mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia dengan membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah untuk dipersembahkan kepada saudara-saudara kita bangsa Indonesia yang belum dan tidak mempunyai rumah layak huni,” kata Ketua Umum Dhibra Shiddiqiyyah, Shofwatul Ummah.
Shofwatul Ummah kemudian menyampaikan beberapa hal pokok. Di antaranya, santunan nasional pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah merupakan bagian dari perwujudan cinta tanah air. Harapannya, untuk mendapat ridla Alloh Yang Maha Kuasa agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tumbuh berkembang nilai-nilai persatuan dan kesatuan.

“Program ini merupakan wujud kesadaran, khususnya bagi warga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk selalu peduli anak yatim/yatim piatu dan kaum dhuafa. Pada hakekatnya santunan nasional pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah ini hanya menyampaikan hak anak yatim/yatim piatu, kaum dhuafa yang ada pribadi kita masing-masing,” ujarnya.
Shofwatul menambahkan bahwa dana untuk santunan dalam bentuk rumah layak huni ini diperoleh dari warga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah dan simpatisan. “Santunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah pada tahun ini sudah berjalan yang ke-21. Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah sejumlah 131 unit di 93 kota/kabupaten dalam 14 provinsi,” terangnya.
Sementara, total santunan pembangunan Rumah Syukur Kemenangan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah dalam rangka tasyakuran kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI dari tahun 2002 hingga tahun ini sejumlah 1.532 unit. “Dengan nilai kurang lebih Rp63,6 miliar,” pungkasnya. [suf]






