Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Dusun Meduran, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan jasad pria yang mengambang di aliran Sungai Gembolo pada Rabu (2/7/2025). Penemuan ini hanya berselang sehari setelah warga Mojokerto dihebohkan kasus penemuan mayat bayi.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi tengkurap di antara tumpukan sampah sungai. Penemuan ini sontak membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk memastikan kabar yang sempat membuat panik.
Agus Wahyu Cahyono, relawan penanganan darurat, mengatakan penemuan mayat bermula dari laporan masyarakat yang melihat sesuatu mencurigakan mengambang di sungai. “Kita mendapat informasi dari warga soal adanya jenazah mengambang di Sungai Gembolo,” ungkap Agus saat ditemui di lokasi.
Mendapat laporan tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan perangkat desa, Polsek Mojosari, dan tim Inafis Polres Mojokerto untuk melakukan penanganan. Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah karena kondisi medan sungai yang cukup curam.
“Relawan turun untuk proses evakuasi. Sungainya dalam, kira-kira 20 meter dari tepi. Kita harus pakai tali untuk mengangkat jenazah ke atas. Kurang lebih satu jam evakuasi berlangsung sambil menunggu olah TKP dari tim Inafis,” jelas Agus.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Prof. Dr. Soekandar, Kecamatan Mojosari, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas korban maupun dugaan penyebab kematiannya.
Aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri di balik penemuan mayat pria yang kembali membuat geger warga Mojokerto ini. [tin/beq]






