Banyuwangi (beritajatim.com) – Tingginya peminat dan kaya manfaat gula semut organik membawa berkah bagi para pengrajin gula di Lereng Ijen, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Mereka semakin giat memproduksi gula semut organik demi memenuhi kebutuhan peminatnya.
Meskipun, produk gula semut di salah dusun ini merupakan industri rumahan, namun hasilnya cukup lumayan. Ada sekitar 20 petani nira dan 15 pengrajin yang tergabung dalam kelompok tani Makmur Bersama.
Proses pembuatan gula semut dusun ini seluruhnya dilakukan secara organik. Terdapat SOP (standard operating procedure) untuk setiap pengrajin. Mulai dari persiapan bahan baku, pemasakan, kristalisasi, pengayakan, pengeringan, hingga pengemasan dilakukan secara organik dan higienis.
“Proses pembuatan sudah ada standartnya. Semua dilakukan secara organik tanpa bahan kimia atau non sodium metabisulfit,” kata salah satu pengrajin, Ahmad Fauzan.
Rata-rata satu pengrajin mampu menghasilkan sekitar 5 kg gula semut per hari. Artinya, rata-rata di dusun ini memproduksi sekitar 75 kg gula semut dalam sehari.
“Jumlah itu bertambah ketika banyak pesanan,” ungkapnya.
Fauzan mengatakan peminat dari gula semut banyak yang dari luar Banyuwangi. Mereka memesan jauh hari melalui online maupun datang langsung ke tempat mereka.
“Peminatnya banyak dari kalangan menengah ke atas. Ada yang datang langsung ke outlet, pesan online dan lainnya,” kata pria 24 tahun itu.
Fauzan menyebut mereka mengerjakan produksi gula semut bersama anggota keluarga di rumah. Ayahnya yang mengambil nira, sementara Fauzan dan ibunya yang membuat gulanya.
Selain gula semut, menurut Fauzan, juga memproduksi gula jawa. Untuk gula jawa, tiap hari Fauzan bisa memproduksi sekitar 20-30 kilogram.
“Kini kami juga tengah mengembangkan produk turunannya, yakni susu gula semut. Semoga juga disukai oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung industri kreatif para petani dan pengrajin di dusun ini. Pemkab juga telah memberikan pelatihan-pelatihan, dan memfaslitasi sertifikasi halal dan PIRT. Selain itu, Pemkab juga memfasilitasi mereka menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. (rin/ian)






