Kediri (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kota Kediri mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu caranya dengan memonitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM khususnya gangguan indera.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kediri Hendik Suprianto dalam monitoring ini pihaknya menggandeng kader Pos Binaan Terpadu (POSBINDU). Sementara untuk meningkatkan kapasitas mereka, Dinkes melakukan pembekalan ilmu dan pengetahuan.
“Kegiatan pembinaan pada kader Posbindu ini bertujuan untuk memberikan motivasi, ilmu dan pengetahuan tentang deteksi dini gangguan indra,” kata
Sebagai garda terdepan Dinkes yang tersebar di setiap Kelurahan dan berhubungan langsung dengan masyarakat, Hendik berharap kader Posbindu bisa memberikan edukasi pada masyarakat dan dapat melakukan deteksi dini PTM khususnya gangguan indera.
“Dengan adanya kader Posbindu ini, kita bisa mendeteksi lebih awal PTM, sehingga pemeriksaan juga dapat dilakukan lebih awal dengan berkoordinasi dengan penanggungjawab gangguan indera di Puskemas yang ada diwilayah kerja masing-masing,” jelasnya.
Hendik baru saja membuka kegiatan pembinaan. Kegiatan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari kader Posbindu dan Pj Indera UPTD Puskesmas se-Kota Kediri.
Gejala adanya gangguan penglihatan, kata Hendik yaitu penglihatan kabur atau buram, kesulitan melihat objek jauh atau dekat, gangguan penglihatan pada malam hari, sensitivitas terhadap cahaya terang, penglihatan ganda atau berbayang, mata merah, iritasi, atau peradangan, nyeri mata dan kehilangan lapangan penglihatan.
“Jika ditemukannya gejala ataupun tanda-tanda gangguan indera oleh masyarakat, mereka dapat menghubungi Posbindu di masing-masing kelurahan atau langsung datang ke Puskesmas terdekat,”pesannya pada warga Kota Kediri.
Sementara itu, dikesempatan yangsama Isnawati kader Posbindu Kelurahan Ketami mengaku senang dengan adanya kegiatan pembinaan ini. Menurutnya dengan pembinaan tersebut ia menjadi lebih tahu dan paham tentang gangguan indera, sehingga ia dapat menjalankan tugasnya dalam mendeteksi dini gangguan indera dengan lebih baik lagi.
“Alhamdulillah ilmu pada hari ini sangat bermanfaat. Insyaallah dengan pembinaan ini tidak hanya saya, tapi kader yang lain juga akan lebih paham lagi apa itu gangguan indera dan cara deteksi dini gangguan indera ini,”ujarnya.
“Semoga kegiatan pembinaan ini tidak berhenti disini. Karena peran kader Posbindu itu penting, maka ilmu dan pengetahuan sekecil apapun sangat berguna untuk kami,”ujarnya lagi. [nm/aje]






