Surabaya (beritajatim.com) – Penumpang Suroboyo Bus dengan nomor lambung SB17 dihebohkan dengan kematian salah satu penumpangnya yakni Sri Juli Astuti (50) Senin (7/11/2022) malam.
Perempuan asal Desa Ngadirejo, Kediri tersebut tiba-tiba terjatuh dari tempat duduknya.
Kapolsek Wonocolo, AKP Bayu Halim mengatakan jika korban meninggal karena penyakit yang lama korban derita. Hal tersebut diperkuat dari obat-obatan yang ditemukan dari tas korban di lokasi kejadian.
“Dugaan karena sakit mas. Namun, untuk memastikan kami masih menunggu hasil visum dari kedokteran dan tim dari Inafis Polrestabes Surabaya,” kata Bayu, Senin (07/11/2022) malam.
Bayu menyebut, korban menggunakan jasa Suroboyo Bus sejak dari kawasan Pahlawan tepat korban bekerja di Gedung Keuangan Negara Jalan Indrapura. Saat waktu magrib, korban sempat turun di jalan A Yani untuk menunaikan ibadah sholat Magrib.
[berita-terkait number=”4″ tag=”suroboyo-bus”]
Dari keterangan saksi di lapangan, setelah salat Magrib, korban kemudian naik lagi. Tak jauh berjalan, dia tiba-tiba lemas dan tergeletak tepat di pintu tengah bus,” pungkas mantan Kasatlantas Polres Lumajang itu.
Sementara itu, dari keterangan petugas call center 112, menurut kesaksian supir bus, Sri Juli jatuh saat berada di perhentian halte Siwalankerto. Mengetahui hal tersebut, supir bus langsung menelpon 112.
“Petugas PMI dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Petir yang tiba di lokasi langsung memeriksa dan resusitasi jantung paru (RJP) atau disebut juga CPR kepada korban. Korban dinyatakan meninggal dunia dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD. Dr. Soetomo Surabaya menggunakan ambulance PMI,” pungkas Awang, petugas Call Center 112. (ang/ted)






