Jember (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendominasi kunjungan wisata di daerah lain. Ini modal besar bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menggarap pasar pariwisata di daerah sendiri.
“Saya ada sedikit curhat, bahwa ada beberapa kepala daerah yang menyampaikan di daerahnya 60 persen wisatawannya dari Jember. Itu yang membuat saya kaget,” kata Bupati Muhammad Fawait, dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2025, di gedung DPRD Jember, Selasa (31/3/2026).
Bupati Fawait tidak menyebutkan daerah yang dimaksud. Namun Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo pernah menyampaikan ke media massa, bahwa Pasir Putih paling banyak dikunjungi warga Jember dan Bondowoso.
Tak heran jika kemudian Gus Fawait, sapaan akrabnya, menyebut potensi pasar Jember mirip dengan potensi pasar Indonesia dalam konteks pariwisata tingkat Asia. “Pariwisata di Jember ini hari ini seharusnya menjadi kekuatan,” katanya.
“Kita tidak perlu terlalu menghabiskan tenaga dengan wisatawan dari luar. Tapi orang Jember sendiri, bagaimana kita buat untuk berwisata di Jember. Jangan sampai ini wisata di daerah lain,” kata Gus Fawait.
Namun melihat angka kunjungan wisatawan di Pantai Papuma dan Watu Ulo, Fawait bisa bersyukur. “Hari ini pariwisata di Jember insyaallah come back. Hari ini sudah pulih,” katanya.
Berdasarkan data kunjungan wisatawan di Papuma dan Watu Ulo pada lebaran Idul Fitri 2026, ada kenaikan 220 persen. Begitu besarnya animo warga Jember ini sempat memunculkan kecelakaan hingga ada korban meninggal karena pengabaian rambu-rambu bahaya dari pemerintah.
“Saya bersama Pemerintah Kabupaten Jember juga ikut berdukacita. Mudah-mudahan diampuni segala dosanya oleh Allah dan diterima segala ibadahnya,” kata alumnus Universitas Airlangga ini,
Pemkab Jember menargetkan untuk membangun empat hingga lima destinasi wisata lagi. “Tahun 2026 kami izin fokus untuk mengembangkan Papua dan Watu Ulo. Tahun 2027 destinasi wisata lain lagi yang akan kita kembangkan, sehingga kita ada yang jadi,” kata Gus Fawait.
Pemkab Jember membuka ruang diskusi untuk pengembangan potensi wisata di lokasi-lokasi selain Watu Ulo dan Papuma. “Tentu dengan asas-asas keadilan dan lain sebagainya,” kata Gus Fawait. [wir/aje]






