Gresik (beritajatim.com)– Warga Gresik kini tak perlu repot-repot datang ke kantor dinas, atau kantor bupati bila ingin mengadu berkaitan dengan pelayanan publik, keamanan, maupun penanganan situasi darurat lainnya. Warga dihimbau memanfaatkan command center 112, atau layanan terintegrasi bila ada kedaruratan.
Layanan call center 112, sebenarnya bukan hal baru. Layanan ini resmi beroperasi tahun 2021 tapi belum terintegrasi semua. Namun, pasca command center dioperasikan semua pelayanan publik langsung diproses bila ada warga yang mengadu.
Keberadaan command center itu, disambut positif oleh warga. Salah satunya Yudhi Anggoro (29) asal Perum Pondok Permata Suci (PPS) Gresik. Dirinya mengadu ada jalan rusak. Tanpa menunggu berhari-hari jalan yang rusak diperbaiki oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
“Sangat positif jadi saat melapor ke call center 112 langsung direspon dan tidak menunggu lama, atau dilempar kesana kemari,” ujarnya, Selasa (1/10/2024).
Sejak ada command center. Data dari tim operator mencatat 115 laporan, dan rata-rata 10 laporan perhari dalam kurun waktu 7 hari sejak diresmikan. Lonjakan laporan ini terkait berbagai isu, mulai dari permasalahan layanan publik hingga situasi darurat.
“Saya melihat peningkatan jumlah laporan ini sebagai tanda positif. Artinya, masyarakat merasa lebih percaya dan terbantu dengan adanya layanan ini. Kita akan terus mengupayakan standart pelayanan dibawah 30 menit bisa terus terpenuhi,” ujar Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Bupati perempuan pertama di Gresik itu menuturkan, keberadaan command center tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pengendali segala bentuk kedaruratan masyarakat.
“Hasil simulasi menunjukkan bahwa layanan 112 yang telah terintegrasi dengan command center mampu merespons laporan dengan cepat, baik untuk kategori darurat seperti kebakaran, kecelakaan, maupun laporan darurat lainnya,” pungkasnya. [dny/kun]






