Gresik (beritajatim.com) – Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Gresik masih belum merata. Ini karena ada beberapa fasilitas kesehatan kurang dukungan dokter spesialis. Seperti di Rumah Sakit Umar Mas’ud Pulau Bawean. Di pulau tersebut, masih minim dokter spesialis.
Untuk mengatasi hal itu, pemda setempat menyiapkan anggaran untuk beasiswa bagi dokter umum yang melanjutkan ke jenjang spesialis secara gratis. Beasiswa ini diperuntukkan sampai lulus spesialisnya, dengan catatan mau ditempatkan di Pulau Bawean.
“Progres dan anggaran sudah kita siapkan di tahun 2023. Kami launching dengan tujuan pemerataan kesehatan di kepulauan Bawean yang sampai saat ini membutuhkan dokter spesialis,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Minggu (27/11/2022).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, kurangnya dokter spesialis tidak hanya di kepulauan Bawean. Tapi juga di kabupaten lain di Indonesia mengalami kondisi yang sama. “Mudah mudahan program ini tidak hanya berjalan di tahun 2023 saja. Namun, berkelanjutan di tahun 2024. Apa kekuranganya kita siapkan baik segi anggaran maupun aturannya,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Selain fokus pada dokter spesialis. Bupati milenial ini juga menitikberatkan program universal health coverage (UHC). Program ini diperuntukkan buat masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan cukup menunjukkan e-KTP.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik, dr Umar Nur Rahman menyatakan pihaknya mendukung UHC yang telah diprogramkan oleh pemda. “Kendati masih ada kekurangan disana-sini. Manfaat UHC ini juga turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat khususnya masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya. [dny/kun]






