Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merilis jumlah penderita penyakit yang diderita warga. Tidak heran jika justru penyakit hipertensi menjadi urutan pertama dalam kategori penyakit tidak menular (PTM).
Jika merunut dari data Riskesda pada 2018 lalu memang jumlahnya naik signifikan dibandingkan tahun 2013. Di mana, data itu menunjukkan jika penyakit tidak menular atau PTM mejadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia.
Datanya, prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, prevalensi diabetes naik dari 6 persen menjadi 8,5 persen, dan prevalensi hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.
Sementara itu, khusus untuk Banyuwangi, hipertensi menyumbang penderita paling banyak. Padahal, kondisi ini menjadi riskan karena dapat memberikan ancaman penyakit serius jika tidak segera dilakukan tindakan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, kini Banyuwangi memiliki Kampung Cerdik. Di mana, program itu adalah sebuah program kesehatan yang berbasis desa yang bertujuan untuk mencegah penyakit tidak menular atau PTM, di dalamnya termasuk hipertensi maupun diabetes.
“Program ini dilaksanakan di semua desa dan kelurahan, secara bertahap juga dilaksanakan di tingkat dusun, rukun warga (RW), hingga rukun tetangga (RT). Sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat sehat, beresiko, dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas,” ungkap Amir.
Baca Juga:
Banyuwangi Rilis Kampung Cerdik Cegah PTM
Selain itu, kata Amir, pihaknya juga membentuk kader di bawah binaan Puskesmas di masing-masing wilayah. Tugasnya melakukan promosi dan sosialisasi kesehatan di lingkungan sekitar secara berkelanjutan. Seperti, pengajian, karang taruna, dan kegiatan lainnya terkait perilaku pentingnya pencegahan dan deteksi dini PTM dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan Cerdik.
“Tidak hanya di puskesmas, kami secara rutin juga menggelar pemeriksaan di pos kelurahan, kantor desa, atau lokasi yang disepakati warga,” ujar Amir.
Amir menegaskan bagi warga yang telah melakukan skrining kesehatan bisa mendapatkan Kartu Cerdik. Ada juga gelang khusus di mana gelang tersebut menunjukkan hasil sesuai diagnosanya.
Baca Juga:
Damkar Banyuwangi Tangkap Ular Piton Masuk Rumah
Misal, gelang biru menunjukkan warga yang terdiagnosa diabetes. Sementara gelang merah untuk penderita hipertensi.
Gelang tersebut sebagai pengingat untuk berobat secara rutin ke puskesmas. Selain itu, warga yang sakit juga mendapat pemantauan secara intensif dari kader di kampungnya.
“Kader akan melaporkan hasil pantauannya melalui aplikasi yang terkoneksi dengan puskesmas. Jika memang diperlukan penanganan lanjutan, warga akan langsung dirujuk ke RS,” pungkas Amir. [rin/ben]






