Gresik (beritajatim.com)– Cuaca gerimis tak menghalangi niat warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, rela mengantri demi mendapatkan harga sembako murah. Ratusan warga setempat menyerbu balai desa tempat pasar murah digelar.
Warga berdatangan silih berganti. Ada yang menggandeng anaknya, ada pula lansia yang datang perlahan, menunggu giliran di bawah tenda sederhana.
Fatimah (50) ibu dua anak asal Desa Banjarsari rela menerjang gerimis hujan demi mendapatkan sembako murah. Dibantu anak perempuannya, Fatimah pulang tersenyum setelah isi kantong tasnya penuh dengan sembako.
“Mumpung ada pasar murah saya sengaja mengajak anak membeli sembako buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pasar murah. Dua kepala daerah tersebut, menyapa warga dan memastikan pelaksanaannya berjalan tertib serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tidak sekadar meninjau, Gubernur Khofifah membagikan telur kepada anak-anak dan beras kepada para lansia. Momen sederhana itu langsung menyedot perhatian.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Kebutuhan logistik pasti meningkat. Kalau permintaan tinggi tapi pasokan standar, harga akan naik,” ujar Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga menyampaikan pasar .urah menjadi cara pemerintah menjawab situasi tersebut. Bukan hanya menahan harga, tetapi memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.
“Kita ingin memastikan bahwa di Jawa Timur ketika demand tinggi, supply juga kuat. Dengan begitu, daya beli masyarakat bisa kita jaga melalui pasar-pasar murah seperti ini,” urainya.
Seluruh komoditas yang dijual dipastikan berada jauh di bawah harga pasar. Daging ayam ras yang di pasaran rata-rata Rp39.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp30.000. Telur ayam ras yang biasanya Rp29.000, dilepas Rp22.000 per pack. Beras SPHP yang di pasar bisa mencapai Rp13.500 per kilogram, di sini dijual Rp11.000. Bahkan gula pasir yang HET-nya Rp17.800, dijual Rp14.000 per kilogram.
Antusiasme warga terlihat jelas dari cepatnya stok habis. Gula pasir, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, hingga daging ayam ras ludes terjual. Dari stok beras SPHP sebanyak 4 ton, tercatat 1 ton terjual hanya dalam waktu singkat. (dny/ted)






