Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmennya menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi bersama Mendagri dan seluruh kepala daerah dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Command Center Balai Kota Mojokerto.
Dalam rakor tersebut, Mendagri menyampaikan delapan arahan penting yang wajib dijalankan pemerintah daerah. Di antaranya, melaksanakan rapat koordinasi Forkopimda secara rutin, duduk bersama tokoh masyarakat, menggelar doa lintas agama untuk kedamaian bangsa, hingga menggencarkan program pro rakyat seperti gerakan pangan murah dan bantuan sosial. Tito juga meminta kepala daerah menunda kegiatan seremonial yang terkesan berlebihan, tidak memamerkan kemewahan, membatasi perjalanan dinas ke luar negeri, serta memastikan kehadiran penuh di daerah masing-masing dalam rangka menjaga situasi kondusif bersama Forkopimda.
Menindaklanjuti hal itu, Ning Ita—sapaan akrab Wali Kota—menyebut sejumlah langkah konkret telah dijalankan di Mojokerto. Salah satunya melalui rapat koordinasi Forkopimda bersama pimpinan fraksi DPRD, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda yang menghasilkan deklarasi penolakan aksi kekerasan dalam penyampaian pendapat di muka umum, Minggu (31/8/2025).
Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menggelar doa bersama dan istigasah serentak di seluruh kantor perangkat daerah pada Senin (1/9/2025). Kegiatan tersebut turut melibatkan komunitas pengemudi ojek online (ojol) untuk mendoakan kedamaian bangsa.
“Kami berkomitmen menjaga kondusivitas daerah, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat melalui program nyata seperti gerakan pangan murah di seluruh kecamatan, termasuk yang digelar Kejaksaan dan Polres. Arahan Mendagri menjadi panduan penting bagi pemerintah daerah agar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik,” ungkap Ning Ita, Selasa (2/9/2025).
Wali Kota Mojokerto menegaskan bahwa Pemkot tak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga menjamin keamanan, ketertiban, dan ketenangan masyarakat. Ia berharap stabilitas keamanan dan ekonomi dapat terus terjaga sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah situasi yang sedang dihadapi bangsa saat ini. [tin/beq]






