Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan pada pertengahan Ramadan ini ketersediaan cabai dan telur ayam di Kota Malang mencukupi. Kepastian itu dia tegaskan pasca meninjau langsung lahan pertanian cabai dan peternakan ayam petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang beberapa waktu lalu.
“Kami memastikan harga-harga di pasaran tetap stabil. Untuk stok bahan pokok, termasuk cabai dan telur masih dalam kondisi aman,” ujar Wahyu, Sabtu, (15/3/2025).
Wahyu yang saat itu didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin juga berkesempatan memanen cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Ainul Hayat I di Kampung Baran, pada Kamis, (13/3/2025). Wahyu optimis hasil panen petani lokal mampu meningkatkan ketersediaan cabai di Kota Malang.
Pemkot Malang ingin menjaga stabilitas harga komoditas serupa di pasaran, terutama selama bulan suci Ramadan. Untuk diketahui, panen ini merupakan panen perdana di lahan seluas 8.000 meter persegi.
Jenis cabai yang dipanen adalah cabai caliber yang dikenal sebagai salah satu varietas terbaik. Wahyu menyebut apabila produksinya terus meningkat, pasokan cabai di Kota Malang tidak lagi dipasok dari luar kota.
“Alhamdulillah, meskipun kita berada di Kota Malang, masih ada lahan pertanian yang cukup luas. Panen ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas harga cabai di Kota Malang, sehingga kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar kota,” ujar Wahyu.
Usai memanen cabai, Wahyu mengunjungi peternakan ayam petelur untuk meninjau stok dan harga telur di tingkat peternak. Setiap harinya, peternakan ini menghasilkan sekitar 300 kilogram telur, sehingga pasokan tetap tersedia.
“Untuk harga telur lebih rendah di peternak. Tetapi di pasar harganya masih tetap lebih tinggi,” ujar Wahyu.
Wahyu dalam waktu dekat berencana terus melakukan pengecekan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok hingga Hari Raya Idul Fitri 2025. “Nanti kita akan cek lagi. Mudah-mudahan nanti jelang hari raya, kita akan bisa menekan terutama harga bahan-bahan pokok,” ujar Wahyu. (luc/kun)






