Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar Santoso angkat bicara setelah Samanhudi Anwar ditangkap Polda Jatim akibat terlibat kasus perampokan rumah dinasnya. Santoso berharap Samanhudi bisa segera sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Santoso mengaku terkejut setelah Samanhudi ditangkap Polda Jatim sebagai otak dari perampokan dan penyekapan terhadap dirinya dan sang istri. Dia mengaku tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa Samanhudi merupakan otak di balik perampokan rumah dinasnya.
“Ya saya tidak bisa menyampaikan ya karena itu memang kondisi yang sulit untuk dibayangkan, karena memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya makanya kami berdoa semoga Allah memberikan kesadaran dan bisa kembali ke jalan yang benar,” kata Wali Kota Blitar Santoso, Sabtu (28/01/23).
Orang nomor satu di Kota Blitar itu pun mendoakan Samanhudi agar segera diberikan kesadaran oleh Allah dan bisa kembali ke jalan yang benar.
Santoso sendiri mengaku bahwa selama ini hubungan dirinya dengan Samanhudi yang merupakan mantan Wali Kota Blitar terjalin dengan baik. Selama ini dia menganggap Samanhudi sebagai atasan atau senior di bidang politik.
Dia juga mengaku tetap menghormati Samanhudi meskipun dirinya saat ini tidak lagi menjabat dan sempat terjerat kasus korupsi. Santoso menceritakan selama karir politiknya, dia selalu bersama-sama dengan Samanhudi.
Mulai dari legislatif ketika Samanhudi Anwar menjadi ketua DPRD kota Blitar dirinya juga dipilih sebagai sekretaris DPRD kota Blitar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”samanhudi”]
Begitu pula ketika 2016, Samanhudi menjabat sebagai Wali Kota Blitar Santoso setia menemaninya sebagai Wakil Wali Kota Blitar. Hal itu pun dianggap Santoso sebagai bukti selama ini dia menghormati dan menghargai Samanhudi sebagai pimpinan atau atasan.
“Oh baik selama ini saya tetap apapun bentuknya saya tetap menghargai beliau sebagai atasan atau pimpinan, ketika beliau jadi Wali Kota saya jadi Wakilnya. Jadi selama ini saya tetap menganggap beliau atasan di mana saya selalu menghargainya,” imbuhnya.
Meski begitu Santoso tidak menampik bahwa komunikasi di antara keduanya macet. Hal itu terbukti dari pertemuan antara Santoso dan Samanhudi.
Santoso mengaku sejak Samanhudi bebas dari penjara atas kasus korupsi, dia belum pernah bertemu sekalipun. Santoso beralasan bahwa kesibukan sebagai kepala daerah membuatnya sulit menemui Samanhudi.
“Oh ya karena kesibukan saya dan kegiatan saya padat jadi saya belum pernah ketemu,” jelaskan Santoso.
Meski demikian Santoso tetap berpikiran positif terhadap Samanhudi. Walikota Blitar tersebut tidak ingin berpikiran negatif atau menerka-nerka atas perbuatan Samanhudi terkait perampokan di rumah dinasnya.
Orang nomor satu di Kota Blitar itu pun meminta seluruh masyarakat untuk tidak menerka-nerka motif dibalik perampokan rumah dinasnya. Santoso meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Polda Jatim mengenai keterlibatan Samanhudi di kasus perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar.
“Saya selalu berpikiran positif kalau menanam kebaikan pasti menuai kebaikan tapi kalau menanam kejelekan pasti menuai kejelekan juga semua kembali ke pribadinya masing-masing,” pungkasnya. [owi/beq]






