Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, membuka secara resmi Musyawarah Daerah II Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kediri Raya, yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri.
Acara yang mengusung tema Bangga Jadi Alumni IMM ini bukan hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat tali persaudaraan di antara keluarga besar IMM serta merancang kontribusi nyata bagi masyarakat.
Gus Qowim mengungkapkan rasa syukurnya bisa berada di tengah-tengah keluarga besar IMM, yang menurutnya bukan sekadar sebuah organisasi, melainkan sebuah keluarga besar.
“Momentum penting ini bukan sekedar untuk memilih kepemimpinan baru tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukuwah dan merancang kontribusi nyata di tengah masyarakat. Saya merasa bersyukur berada di tengah-tengah keluarga besar IMM. Sebutan ayahanda yang diberikan kepada saya sungguh menghangatkan hati ini menunjukkan bahwa ikatan kita bukan sekedar organisasi tetapi sebuah keluarga besar,” ujar Gus Qowim.
Dalam kesempatan ini, Gus Qowim juga menyoroti tema musyawarah yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Ia menekankan bahwa alumni IMM memiliki peran yang sangat besar dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
“Alumni IMM adalah kader Muhammadiyah yang telah berproses panjang dalam dakwah, intelektual, dan kepemimpinan. Kini mereka telah berdiaspora di berbagai bidang. Ada yang menjadi politisi, pendidik, dai, pengusaha, birokrat, maupun aktivis sosial. Inilah bukti bahwa IMM tidak hanya mencetak kader untuk dirinya sendiri, tetapi juga menyiapkan bangsa dan umat,” tuturnya.
Selain itu, Gus Qowim juga mengingatkan tentang tantangan besar yang dihadapi saat ini, seperti perkembangan teknologi digital, perubahan iklim, dan persaingan ekonomi yang ketat.
“Namun dibalik tantangan, selalu ada peluang. Saya melihat FOKAL IMM punya peran strategis untuk menjawab tantangan ini, khususnya dalam dua hal, yakni pemberdayaan ekonomi umat serta penguatan kepemimpinan dan dakwah pencerahan,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Kediri itu juga mengapresiasi potensi besar yang dimiliki oleh Kediri Raya, yang dikenal dengan sejarah panjang peradaban dan kebudayaan. Ia berharap FOKAL IMM bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan daerah dengan berkolaborasi bersama pemerintah setempat.
“Kediri Raya adalah tanah yang subur dengan sejarah panjang peradaban dan kebudayaan. FOKAL IMM bisa ikut menjadi motor penggerak pembangunan daerah, bersinergi dengan pemerintah dan menghadirkan solusi kreatif sesuai dengan bidang masing-masing,” harap Gus Qowim.
Pada kesempatan tersebut, Gus Qowim juga menandatangani cover buku yang diluncurkan dalam rangka Musda ini, yang merupakan karya dari kader-kader FOKAL IMM. Buku ini menjadi salah satu simbol kontribusi nyata dari alumni IMM dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua FOKAL IMM Jatim Abdullah Sidiq Notonegoro, Wakil Ketua PDM Kota Kediri Koordinator LHKP Nyoto Pujiadi, Wakil Ketua PDM Kabupaten Kediri Yanuar Prakash, Ketua PD FOKAL IMM Kediri Raya Anjar Setianto, serta sejumlah tamu undangan lainnya. [nm/suf]






