Malang (beritajatim.com) – Program makan siang bergizi gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat tanggapan positif dari Wakil Rektor Universitas Brawijaya (UB) bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., yang juga pakar teknologi pertanian dan manajemen agroindustri.
Menurut Prof. Imam, program ini merupakan solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein siswa dari keluarga prasejahtera.
“Program ini tidak hanya mencakup kalori dan protein, tetapi juga mikronutrien penting lainnya yang mendukung energi dan konsentrasi selama kegiatan belajar,” ujar Prof. Imam.
Ia menegaskan bahwa program ini menjamin kecukupan nutrisi yang esensial bagi siswa, terutama yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Prof. Imam menyarankan agar program ini memanfaatkan bahan-bahan lokal sesuai dengan potensi tiap daerah. “Program ini dapat disesuaikan dengan kondisi lokal, misalnya dengan menggunakan sari kedelai atau sari kacang hijau sebagai sumber protein nabati yang lebih terjangkau,” tambahnya.
Pemanfaatan produk lokal yang kaya nutrisi tidak hanya memperkaya kandungan gizi, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan program.
Prof. Imam optimis bahwa dengan dukungan riset dan inovasi, program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan konsentrasi siswa, mendukung proses belajar yang lebih efektif.
“Penggunaan bahan lokal yang bernilai ekonomi seperti kedelai dan kacang hijau akan membantu keberlanjutan program ini di berbagai daerah,” pungkas Prof. Imam. [dan/beq]






