Jember (beritajatim.com) – Mohammad Sholeh, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Jember, Jawa Timur, menolak intervensi pihak mana pun dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di 248 desa dan kelurahan.
“Koperasi Merah Putih adalah program nasional dan akan dimodali sekitar antara Rp 3-5 miliar. Sangat rawan jika pembentukan pengurus asal comot dan menerima ‘titipan’,” kata Sholeh, Senin (28/4/2025).
Hadirnya pengurus ‘titipan’ dari hasil intervensi politik, menurut Sholeh, akan berdampak buruk dan berimbas terhadap desa bersangkutan. “Oleh karena kepala desa atau lurah harus berani menolak segala bentuk intervensi. Carilah pengurus yang benar-benar memiliki kompetensi,” katanya.
Personalia pengurus menentukan berjalan tidaknya sebuah koperasi. “Oleh karenanya di dalam memilih pengurus, harus benar-benar cermat dan berani menolak titipan atau intervensi dari pihak manapun,” kata Sholeh.
Sholeh mengingatkan, bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih harus mengacu pada dua tahap, sebagaimana Surat Edaran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 6 Tahun 2025.
“Surat edaran tersebut menjadi pedoman pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah awal yang harus dilakukan adalah pendataan karakteristik dan potensi desa. Lalu berikutnya melakukan musyawarah desa, khusus untuk pembentukan koperasi,” kata Sholeh.
Sholeh melihat, sampai saat ini belum ada pendataan karakteristik dan potensi desa. “Padahal ini sangat penting agar koperasi yang akan dibentuk memiliki arah dan usaha yang jelas untuk mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut,” katanya.
Sebelumnya, pembentukan Koperasi Merah Putih sempat disinggung Bupati Muhammad Fawait dalam siaran pers seratus hari kerja, Senin (21/4/2025). “Mulai 22 April 2025, Dinas Koperasi dan UMKM membentuk koperasi secara serentak di tiga kecamatan,” katanya.
“Koperasi Merah Putih sesuai amanah pemerintah pusat diharapkan bisa menjadi pengungkit penggerak ekonomi, khususnya di daerah pinggiran dan pedesaan. Insyaallah pembentukan koperasi ini on the track dan terus kita dorong supaya lebih cepat lagi,” kata Fawait.
Fawait memastikan Koperasi Merah Putih terbentuk di seluruh desa dan kelurahan. “Modal awal tetap berasal dari anggota sesuai ketentuan berlaku. Soal kemudian hari ada tambahan modal dari pemerintah pusat, alhamdulillah, mudah-mudahan itu terealisasi,” katanya.
Fawait mempercayai pemerintah pusat. “Ketika pemerintah pusat memerintahkan sesuatu, kami yakin ada rencana terbaik. Maka Jember menyambut cepat. Pembentukan Koperasi Merah Putih harus menyeluruh dan secepat-cepatnya,” katanya. [wir]






