Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar resmi mematangkan rencana megaproyek penataan kawasan Kanigoro sebagai pusat pemerintahan modern dan fungsional melalui skema One-Stop Government Service. Langkah strategis ini mencakup pelebaran jalan akses fasilitas kesehatan hingga rencana relokasi besar-besaran kantor instansi pelayanan publik untuk meningkatkan efisiensi koordinasi antarinstansi.
Proyek penataan ini bertujuan menghubungkan aksesibilitas pelayanan publik mulai dari fasilitas kesehatan hingga taman terbuka hijau di ibu kota kabupaten. Pembangunan diawali dengan pelebaran jalan strategis di sisi timur eks Pasar Kanigoro yang menuju ke arah Puskesmas setempat.
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa penataan Kanigoro merupakan bentuk kehadiran negara dalam mempermudah urusan rakyat serta menciptakan pusat pemerintahan yang representatif. Menurutnya, pengembangan kawasan eks pasar lama tidak hanya akan berhenti pada fungsi taman terbuka hijau, melainkan meluas pada standarisasi infrastruktur jalan yang fungsional.
“Kita tata pelan-pelan. Pemerintah harus hadir agar akses masyarakat terhadap layanan publik semakin mudah, kawasan ibu kota lebih tertib, serta representatif,” tegas Rijanto.
Standarisasi lebar jalan di kawasan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat tingginya mobilitas warga menuju Puskesmas Kanigoro setiap harinya. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam menjangkau pusat layanan kesehatan primer di wilayah ibu kota.
Pengembangan Kanigoro juga mencakup rencana relokasi sejumlah instansi penting seperti Polsek, Koramil, hingga kantor kecamatan dan kelurahan ke satu kawasan yang lebih luas. Konsep pelayanan terpadu ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi warga yang membutuhkan pengurusan administratif lintas sektoral dalam satu lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zainal Arifin, memastikan pengerjaan proyek mengikuti standar teknis yang sangat ketat. Fokus pembangunan meliputi pengerasan aspal, penataan sistem drainase yang modern, hingga penyediaan ruang terbuka hijau di sekitar lokasi proyek.
“Pelebaran jalan menuju puskesmas adalah bagian dari desain besar pengembangan Kanigoro. Kami ingin kawasan ini tidak hanya rapi secara visual, tetapi juga sangat fungsional, termasuk memastikan tidak ada persoalan genangan air di masa depan,” jelas Agus. [owi/beq]







1 Komentar
Blitar harus berbenah krna tdk lama lagi akan dilewati proyek jalan tol Malang- Kepanjen – Blitar – Tilungagung ( Tol Makblatung ).