Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) Novia Norman Azzahra melukis wajah Abdul Malik Fadjar pada tumpukan ribuan buku.
Wajah Abdul Malik dilukis untuk memperingati jasanya sebagai pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia pada tahun 2002. Saat itu, ia menjabat Menteri Pendidikan dalam Kabinet Gotong Royong periode Presiden Megawati Soekarnoputri.
Ia mencetuskan peringatan ini untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat di seluruh Indonesia yang saat itu masih tergolong rendah. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan minat baca, sebab membaca bisa menambah pengetahuan perkembangan dunia modern.
Nah, hal inilah yang menjadi tujuan Novia dalam membuat karya lukisan di atas tumpukan buku. Ia berharap, melalui karya ini dapat memperkenalkan pencetus Hari Buku Nasional beserta gagasannya pada publik.
Novia mengungkapkan, buku-buku yang ditumpuk tersebut milik perpustakaan Ubaya. Karya ini terinspirasi dari karya seni tumpukan buku di perpustakaan luar negeri. Sedangkan lukisan di atas tumpukan buku dengan tinggi 2,5 meter dan lebar 3,85 meter ini dibuatnya dalam waktu dua hari.
Baca Juga:
Dosen Politeknik Ubaya Bantu Tingkatkan SDM Bumdes Joyo Mulyo Pasuruan
Kata dia, pembuatan dimulai dari menumpuk buku hingga mengecat. Sebelum menggambar, mahasiswa jurusan Desain Manajemen Produk ini membuat sketsa di gawai terlebih dahulu.
“Tantangannya adalah ketika menumpuk buku. Semua buku memiliki ukuran yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan teknik yang tepat agar tumpukan tersebut tidak mudah jatuh,” ujar Novia, Selasa (16/5/2023).
Sementara itu, Direktur Perpustakaan Ubaya Amirul Ulum menyebut judul buku-buku ini beragam dan dari tahun terbit yang berbeda-beda.
“Ada buku tahun 90an sampai terbitan lima tahun terakhir ini. Semua buku ini pernah dipakai sebagai bahan ajar di Ubaya,” jelasnya.
Baca Juga:
Ubaya Ikuti Proyek Internasional Erasmus+ ECoGREEN
Tak hanya memamerkan karya Novia, perpustakaan Ubaya juga mengadakan sejumlah kegiatan untuk menarik minat mahasiswa membaca buku. Acara tersebut antara lain mendonasi buku secara gratis ke pengunjung perpustakaan. Selain itu, ada giveaway untuk peminjam dan pembaca buku, serta lomba video reels aktivitas di perpustakaan.
“Dengan ketersediaan buku, baik sesuai dengan disiplin ilmu ataupun pengembangan wawasan, karakter serta budaya, akan memperkaya pengetahuan pengunjung perpustakaan. Harapannya, ini menjadi salah satu pengingat dan penanda bahwa buku masih menjadi salah satu media untuk mendapatkan informasi yang valid,” pungkasnya. [ipl/beq]






