Bondowoso (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan pesan khusus Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Pesan tersebut terkait dengan sinergi dan inovasi untuk kemajuan daerah.
Pesan itu disampaikan Emil dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso periode 2025-2030, Kamis (6/3/2025).
Gubernur Jatim menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.
Ia juga mengajak Pemkab Bondowoso untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prosesi sertijab ini berlangsung sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2025, yang mengamanatkan bahwa pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 dilakukan pada 20 Februari 2025, dan serah terima jabatan paling lama 14 hari setelahnya.
Dalam acara ini, Bupati Bondowoso terpilih KH Abdul Hamid Wahid resmi menggantikan kepemimpinan sebelumnya untuk menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.
Emil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam membangun Bondowoso menuju daerah yang lebih maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Jawa Timur dan Indonesia Emas 2045.
Ia juga menekankan beberapa poin utama yang harus menjadi perhatian Pemkab Bondowoso, di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan infrastruktur dan pendidikan, optimalisasi potensi daerah dan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso yang baru juga diharuskan segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam waktu enam bulan setelah pelantikan.
“RPJMD ini harus selaras dengan RPJPD, RPJMN, serta perencanaan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional,” pintanya.
Adapun visi yang diusung dalam kepemimpinan baru ini adalah “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”
“Untuk mencapai visi tersebut, terdapat beberapa misi utama yang akan menjadi fokus kerja,” ucapnya.
Beberapa misi tersebut antara lain membangun pemerintahan yang cepat tanggap, efektif, dan efisien dengan tata kelola yang baik dan transparan; meningkatkan infrastruktur fisik dan non-fisik serta memajukan pendidikan guna memperkuat sumber daya manusia.
“Kemudian meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas, berkeadilan, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat; mengembangkan ekonomi lokal dengan fokus pada sektor pertanian dan industri kreatif,” tuturnya.
Selanjutnya meningkatkan mentalitas masyarakat yang mandiri dan tangguh; menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan kesehatan dengan akses yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat; mengoptimalkan potensi pariwisata melalui penguatan Sapta Pesona Pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah; serta melestarikan kearifan lokal dan mengembangkan kehidupan kebudayaan dengan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas.
Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Timur, Bondowoso akan mengikuti arah pembangunan yang telah dirancang oleh Pemerintah Provinsi dengan program utama seperti “Jatim Kerja”, “Jatim Cerdas”, “Jatim Agro”, “Jatim Harmoni”, dan “Jatim Lestari”.
“Program-program ini berfokus pada peningkatan lapangan kerja, kualitas pendidikan, kesejahteraan petani dan nelayan, keharmonisan sosial, serta pelestarian lingkungan,” bebernya.
Wagub Emil menutup pesannya dengan harapan agar Bondowoso dapat menjadi contoh daerah yang inovatif dan mampu menjawab tantangan zaman dengan strategi pembangunan yang tepat.
“Kami kuga meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemerintahan yang baru agar dapat bekerja secara optimal dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” harapnya. [awi/beq]






