Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menerima Kepala Sekolah Politeknik Temasek Singapura, Peter Lam, di Ruang Kerjanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (13/6/2023).
Dalam pertemuan ini, keduanya membahas beberapa hal terkait penguatan sektor pendidikan termasuk peluang kerjasamanya. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk terus memperkuat sekaligus mempersiapkan sektor pendidikan Jatim agar lebih maju dan berdaya saing.
Wagub Emil mengatakan, salah satu peluang penguatan kerjasama di bidang pendidikan yakni melalui program pertukaran pelajar maupun berbagai program pelatihan, baik untuk murid maupun guru yang ada di Indonesia. Apalagi terdapat perbedaan menarik antara sistem pendidikan di Singapura dengan Indonesia.
“Sebagai contoh, di Singapura, siswa bisa masuk Politeknik mulai jenjang sekolah kelas X atau ketika akan melanjutkan ke kelas XI. Sedangkan di Indonesia, mereka yang akan melanjutkan pada jenjang Sekolah Politeknik haruslah lulus pada jenjang SMA/SMK untuk melanjutkan di Politeknik pada Diploma Satu (D1), D2 ataupun D3,” kata Emil.
Emil mengatakan, dari perbedaan sistem tersebut, tentunya ada hal menarik yang bisa dijadikan masukan. Salah satunya dengan mendorong SMK yang ada di Jatim untuk segera melakukan identifikasi melalui kolaborasi para guru dan tenaga pengajar di SMK dengan berbagai perusahaan. Hal ini penting dilakukan untuk mengembangkan kompetensi para guru atau tenaga pengajar.
“Jadi guru dirasa perlu untuk turun kembali masuk pada dunia kerja atau dunia industri agar ilmu yang dimiliki bisa update. Nantinya, ketika seorang guru kembali mengenal beragam pengetahuan di industri dan dunia kerja, tentunya hal itu juga akan memperkaya pengetahuan yang kemudian bisa disampaikan kepada murid-muridnya,” katanya.
BACA JUGA:
Puan – AHY Akan Bertemu, Ini Komentar Ketua Demokrat Jatim Emil Dardak
Menurutnya, dengan terjun langsung ke dunia industri, cara pandang dalam menyelesaikan seluruh persoalan di dunia kerja bisa diserap ilmunya. Sehingga kemudian bisa diterapkan di dunia sekolah dan dunia pendidikan di Jawa Timur.
“Saya memiliki pendangan guru di periode tertentu untuk bisa terjun di dunia industri atau dunia kerja. Tujuannya agar kondisi di dunia kerja harus bisa diimplementasikan dan diajarkan di dunia sekolah agar update ilmu pengetahuan dan permintaan pasar,” tegasnya.
Lebih lanjut Emil menyebut, upaya penguatan di sektor pendidikan haruslah dilakukan sedini dan seawal mungkin. Bisa jadi, dalam waktu dekat Pemprov Jatim akan mengirimkan sekolah-sekolah SMK unggulan yang ada di Jatim untuk belajar di Temasek Singapura.
“Kita ingin nanti ada beberapa sekolah SMK belajar dan menempuh ilmu di Singapura. Semoga ini membawa kebaikan dan penguatan bagi sektor pendidikan di Jawa Timur,” terangnya.
BACA JUGA:
Emil Dardak Masuki Usia 39 Tahun, Arumi Minta Diajak Jika Puber Kedua
Sementara itu, Kepala Sekolah Temasek Polytechnic Singapura, Peter Lam mengatakan, bahwa Singapura sangat terbuka untuk menjajaki berbagai kerjasama di bidang pendidikan diantaranya peningkatan kualitas guru hingga pertukaran pelajar.
Harapannya, kerjasama yang akan terjalin akan memberikan banyak referensi bagaimana sistem pendidikan sekolah di Singapura bisa diintegrasikan dan diimplementasikan di negara negara lain termasuk Indonesia khususnya Jawa Timur.
“Semoga kolaborasi di bidang pendidikan ini bisa terwujud antara Politeknik Temasek Singapura dengan Jawa Timur,” pungkasnya. [tok/but]






