Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk menegakkan asas Pemilihan Umum (Pemilu) yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, atau biasa disingkat Luber-Jurdil, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo mengajak putra-putri terbaik bumi reog untuk berkontribusi nyata mensukseskan Pemilu 2024.
Yakni mengajak masyarakat Ponorogo untuk ambil bagian menjadi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) nanti saat pelaksanaan pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 nanti. Bawaslu Ponorogo membutuhkan ribuan petugas PTPS yang akan disebar di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.
“Total jumlah kebutuhan untuk menjadi pengawas TPS sebanyak 2.894 orang. Jumlahnya sama dengan jumlah TPS di Ponorogo. Sehingga nanti dalam 1 TPS ya diawasi oleh 1 PTPS,” kata Ketua Bawaslu Ponorogo Bahrun Mustofa, Jumat (29/12/2023).
Menurut informasi yang dihimpun oleh Beritajatim.com, perekrutan 2.879 orang sebagai PTPS ini, bakal dilaksanakan pada tanggal 2-6 Januari 2024. Disetiap TPS akan diisi oleh 1 petugas PTPS. Dimana petugas ini memiliki peranan yang cukup penting dalam pesta demokrasi di Indonesia itu. Yakni untuk mengawasi jalannya pemungutan hingga perhitungan suara.
“Petugas PTPS akan berkoordinasi dengan Pengawas Desa, untuk melaporkan apa yang sedang diawasinya selama pelaksanaan pemungutan suara,” katanya.
Bahrun menerangkan bahwa masa kerja dari petugas PTPS adalah 1 bulan. Sejalan dengan petugas KPPS di KPU. Terkait honorarium, orang nomor 1 di Bawaslu Ponorogo itu menyebutkan bahwa setiap petugas PTPS nantinya akan mendapatkan honorarium senilai Rp850 ribu.
“Honor untuk petugas PTPS ini cukup besar yakni Rp850 ribu per orangnya,” pungkasnya. (end/ian)






