Magetan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, atau yang akrab disapa Kang Suyat, menegaskan pentingnya pengawasan dan pemantauan yang konsisten serta terpadu dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan sinergi lintas pihak menjadi kunci utama keberhasilan program strategis nasional tersebut.
“Pengawasan dan pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan. Program ini menyangkut masa depan anak-anak, sehingga tata kelolanya wajib terencana, tepat sasaran, higienis, dan berkelanjutan,” tegas Kang Suyat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Pengawasan dan Pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tahun 2026 yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Ballroom Hotel Mercure Madiun, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini diikuti wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi. Hadir dalam acara tersebut Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN RI, Plt Wali Kota Madiun, Wakil Bupati Kabupaten Madiun, Wakil Bupati Ngawi, unsur Forkopimda, seluruh pengurus SPPG dari empat daerah, serta OPD terkait.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menekankan bahwa penguatan tata kelola MBG menjadi aspek krusial mengingat program ini menggunakan anggaran negara dan menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak.
“Program Makan Bergizi Gratis didanai dari uang rakyat. Seluruh pelaksana dan mitra di lapangan harus menjalankan tugas dengan amanah, bertanggung jawab, dan transparan demi keselamatan serta masa depan penerima manfaat,” ujarnya.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi, Program MBG juga diharapkan mampu mendorong dampak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana dinilai menjadi fondasi utama agar program dapat berjalan efektif dan efisien.
BGN memastikan pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk menjamin setiap rupiah anggaran benar-benar sampai kepada sasaran. Program MBG dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi anak sejak dini. [fiq/kun]






