Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Djoko Susanto melakukan halalbihalal dengan beranjangsana ke semua ruang kerja organisasi kesekretariatan Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa (8/4/2025).
Djoko menemui sejumlah aparatur sipil negara di masing-masing ruang kerja untuk menyapa sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Kehadirannya membuat sejumlah ASN terkejut, karena tidak biasanya orang nomor dua di Kabupaten Jember itu datang langsung mengunjungi mereka.
Djoko tak hanya bercakap-cakap dengan para ASN tersebut. Dia juga merogoh kocek untuk ASN yang hadir. “Alhamdulillah, kaget banget dapat ‘uang kaget’ dari Bapak Wabup. Kukira sidak, ternyata dikasih uang sarapan,” kata Reni Rahayu, pegawai perempuan Satuan Polisi Pamong Praja.
Rida mengaku pertama kali bertatap muka langsung dengan Djoko. “Alhamdulillah, tepat waktu datang ke kantor,” katanya tersenyum.
Usai bertemu dengan sejumlah ASN itu, Djoko menyatakan tengah meneruskan tradisi yang diajarkan para orang tua. “Ini hari pertama masuk setelah libur lebaran. Sebagaimana kebiasaan kita diajarkan orang-orang tua kita mengajarkan tentang silaturahmi. Dalam momentum lebaran ini, di samping silaturahmi adalah urusan maaf-memaafkan,” katanya.
“Kenapa tadi saya yang harus mengunjungi atau mendatangi mereka semua, karena saya ingin memberikan teladan kepada semua orang, bahwa urusan silaturahmi tidak harus mengedepankan hirarki,” kata Djoko.
“Menurut saya, siapa yang merasa perlu minta maaf, yang harus mendatangi. Dalam hal ini, saya sebagai pimpinan, menyadari banyak melakukan kesalahan. Paling tidak karena tuntutan pekerjaan mungkin membuat saya sering marah, sering ngomeli, yang ujungnya mereka sakit hati,” kata Djoko.
Tak hanya meminta maaf, Djoko juga memotivasi jajaran ASN yang ditemuinya untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab. Dia sempat menemukan ruang kerja Bagian Hukum kosong dan hanya tampak satu pegawai yang hadir.
“Ternyata mereka sedang beranjangsana. Tapi hal seperti itu sebaiknya jangan (kosong). Tetap harus ada pegawai yang berjaga di ruangan. Kalau kosong blong, tidak elok,” kata Djoko.
Soal pemberian uang sarapan kepada ASN Pemkab Jember yang ditemuinya, Djoko memandang itu tak istimewa. “Kebiasaan yang ditanamkan leluhur saya seperti itu. Kalau punya rezeki, sedikit berbagi. Jadi menurut saya itu hal biasa saja. Itu juga media menyambung rasa,” kata Djoko. [wir]






