Bojonegoro (beritajatim.com) — Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah mengintruksikan kepada pihak sekolah agar tidak melakukan penanganan ijazah kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus. Hal itu diungkapkan setelah ramai beredar di media sosial bahwa masih ada lulusan siswa tahun 2024 ijazahnya masih tertahan di sekolah.
“Ijazah SMA Ditahan, Susah Cari Kerja, Sudah DM Bupati, No Respond” dijadikan judul oleh akun IG bernama @brorondom. Postingan itu telah disukai sebanyak 7ribuan pengguna pada Sabtu (12/4/2025) pukul 12.44 WIB, dan mendapat 705 komentar
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bojonegoro, pihaknya ingin memastikan informasi yang sebelumnya beredar di platform Instagram (IG). Dalam satu akun, narasinya mencatut SMAN 4 Bojonegoro telah menahan ijazah.
“Sesuai informasi yang beredar di medsos hari ini atas seizin Pak Bupati saya diutus untuk cek ijazah yang tertahan di SMAN 4, kami cek apakah betul, dan ternyata ini ada 14 ijazah yang belum diambil oleh siswa yang lulus,” kata Nurul Azizah, pada Kamis.
Untuk diketahui, dalam kunjungan tiba-tiba ini, Nurul Azizah diterima oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Siti Khoiriyah didampingi Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 4 Bojonegoro, Istiadah. Sebab, kepala sekolah sedang berada di luar kota dalam satu kegiatan.
Menurut keterangan yang ia terima dari pihak sekolah, 14 ijazah itu belum diambil (bukan ditahan, red.) oleh karena beberapa sebab, tetapi intinya yang bersangkutan sendiri memang belum mengambil ijazah masing-masing dimaksud.
“Sesuai dengan kesepakatan, akan diinformasikan lagi kepada seluruh 14 siswa untuk segera mengambil ijazah tanpa ada uang sepeserpun,” lanjutnya disahut kesanggupan pihak sekolah jika hal itu juga sudah dilakukan.
Terpisah, Kepala SMAN 4 Bojonegoro, Shofwan Hidayat melalui Waka Kurikulum, Siti Khoiriyah menyebutkan, pelajar lulusan tahun 2024 lalu ada sebanyak 319 siswa. Ijazah tersebut sudah bisa diambil mulai bulan Juli pada tahun itu. Dari 319 lulusan pada 2024 itu, hanya 14 yang belum mengambil.
“Jadi tidak benar ada penahanan ijazah sebagaimana informasi yang beredar di IG, kami sendiri tidak tahu kenapa ijazah mereka belum diambil,” ungkap Siti Khoiriyah.
Kendati, pihaknya kemudian melakukan penelusuran terhadap para pemilik ijazah yang belum mengambil. Diketahui, 14 anak tersebut masih belum mengembalikan buku milik perpustakaan sekolah yang mereka pinjam. Sebagian lagi terkonfirmasi karena ada buku yang mereka pinjam hilang dan belum mendapatkan penggantinya.
“Sehingga mereka merasa karena administrasinya belum lengkap (memiliki tanggungan mengembalikan buku pinjaman) kemudian (sebagian dari) mereka mengaku belum mengambil ijazah,” tuturnya.
Selain itu, faktor lainnya karena mereka justru sudah bekerja dan berkegiatan lain tanpa menggunakan ijazah asli. Sebab, saat ijazah terbit, mereka yang lulus bisa mengambil fotokopi ijazah yang telah dilegalisir berbekal surat keterengan lulus. Faktor lainnya karena ada yang belum sempat mengambil.
Oleh sebab itu, pasca sidak, pihaknya langsung bergerak cepat menghubungi lagi wali murid maupun lulusan agar datang ke SMAN 4 Bojonegoro mengambil ijazah diantara 14 lulusan 2024. Dari keseluruhan, ada dua ijazah kemudian diambil pada hari yang sama dengan sidak.
“Jadi kami sama sekali tidak menahan ijazah, karena ijazah masih ada di sini karena dari yang bersangkutan sendiri belum mengambil,” tandasnya. [lus/beq]






