Lamongan (beritajatim.com) – Wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Lamongan terus meningkat. Kini tercatat sebanyak 1733 ekor sapi di 22 kecamatan se-Kabupaten Lamongan terjangkit PMK.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan Moh. Wahyudi, jumlah sebaran PMK di Lamongan tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pekan lalu. “Sekarang terdata bahwa PMK menyebar di 22 kecamatan yang ada di Lamongan, terdapat 1733 ekor sapi yang sudah tertular,” ujar Moh. Wahyudi kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).
Adapun 22 kecamatan tersebut, sebut Wahyudi, meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Turi, Mantup, Ngimbang, Sugio, Lamongan, Modo, Paciran, Sambeng, Solokuro, Babat, Sukorame, Sukodadi, Kedungpring, Bluluk.
Kemudian Kecamatan Pucuk, Brondong, Kalitengah, Laren, dan Sekaran. Selain ternak sapi, PMK juga menjangkiti sejumlah ternak kambing atau domba di 5 Kecamatan yang ada di wilayah Lamongan. “Lima kecamatan yang terjangkit PMK pada kambing itu adalah Tikung, Kembangbahu, Sugio, Karanggeneng, dan Glagah,” sebutnya.
Ia juga menambahkan bahwa total keseluruhan populasi sapi yang ada di Kabupaten Lamongan ada sebanyak 117.889 ekor. Sedangkan untuk populasi kambing ada 87.000 ekor, dan domba sebanyak 70.000 ekor.
“Dari 2000 ekor sapi yang tertular tersebut, 381 ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari PMK, lalu 11 ekor ternak mati dan sebanyak 53 ternak telah dijual oleh pemiliknya. Sementara kambing atau domba yang tertular PMK ada 30 ekor, di antaranya 2 ekor kambing mati, 21 ekor sembuh, dan hanya 7 yang masih sakit,” paparnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pmk-lamongan”]
Menanggapi kondisi ini, Wahyudi memastikan bahwa pihaknya tetap memantau kondisi hewan ternak, sapi dan kambing yang ada di sejumlah kandang peternak. Selain itu, sambungnya, secara berkala tim kesehatan juga telah disebar untuk menjangkau wilayah yang kedapatan ada penyebaran PMK.
Ia juga mengimbau kepada peternak agar terus menaati anjuran dari Disnakeswan dengan tetap menjaga kebersihan kandang, penyemprotan disinfektan, pengobatan, serta mematuhi adanya larangan untuk tak membawa keluar masuk hewan ternak untuk sementara waktu.
“Ini kita pantau terus dan selalu kita upayakan untuk melakukan pencegahan dan penanganan wabah PMK,” pungkasnya. [riq/suf]






