Pasuruan (beritajatim.com) – Adanya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada ternak seperti halnya Sapi, Kambing, Domba, Kerbau, Kuda, dan Babi sudah masuk Provinsi Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan surat edaran Kepala Pusat Veterinaria Farma No: 05001/ PK.310/F4.H/05/2022 tanggal 05 Mei 2022.
Namun dengan adanya viris ini pasokan daging sapi di Kota Pasuruan masih terkendali. Hal ini disampaikan langsung oleh Peradi Daging Kota Pasuruan, Rifki.
Rifki mengatakan, adanya virus PMK masih belum terdampak pada pembelian daging sapi di Kota Pasuruan. Dikarenakan virus PMK masih belum terindikasi di tempat pemotongan hewan ternak di Kota Pasuruan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”daging”]
“Untuk di wilayah Kota Pasuruan, khususnya Sapi yang disembelih di RPH masih belum pernah ada. Para pelaku juga masih belum mendengar dari terkait virus tersebut,” ujar Rifky saat dikonfirmasi, Senin (09/05/2022).
Rifky juga mengatakan, hewan ternak yang akan di konsumsi oleh warga Kota Pasuruan selalu dicek kesehatannya secara bertahap. Sehingga jika terdapat hewan ternak yang terindikasi virus tersebut akan ketahuan.
“Sapi yang akan disembelih di rumah potong Kota Pasuruan pasti akan dicek kesehatannya secara bertahap. Sehingga jika ada virus yang terdeteksi akan diketahui virus tersebut,” ungkapnya.
Rifky juga membeberkan konsumsi daging sapi di Kota Pasuruan semenjak bulan puasa masih tinggi. Namun sampai saat ini tidak ada kelangkahan daging sapi di Kota Pasuruan. (ada/kun)






